Kamis, 18 Jun 2026 09:36 WIB

Musik Kontemporer Selendang Biru Tak Pernah Usai Bikin Kagum Warga Pacitan

Salah satu pertunjukkan dalam gelaran Selendang Biru Tak Pernah Usai. (Foto: Prokopim Pacitan for jatimnow.com)
Salah satu pertunjukkan dalam gelaran Selendang Biru Tak Pernah Usai. (Foto: Prokopim Pacitan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Pacitan dipenuhi ribuan penonton yang terpesona oleh pertunjukan musik kontemporer berjudul Selendang Biru Tak Pernah Usai, Kamis (20/6/2024).

Acara dibuka dengan lagu Lesung Jumengglung karya Ki Narto Sabdo ini berhasil menghadirkan pengalaman musik yang mendalam dengan sentuhan modern yang memukau.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Komposer terkenal Gondrong Gunarto turut menyumbangkan karyanya dalam mengadaptasi gending-gending klasik Ki Narto Sabdo ke dalam konteks musik milenial, sebuah inovasi yang diterima dengan hangat oleh generasi muda yang mendominasi penonton malam itu.

"Bertujuan untuk memperkenalkan kembali karya-karya besar Ki Narto Sabdo kepada semua kalangan, khususnya generasi muda," ujar Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.

Konser ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Gondrong Gunarto, yang telah sukses menggelar acara serupa tahun lalu di Benteng Pendhem Van Den Bosch, Ngawi.

Baca Juga: SID hingga The Jansen Bakal Ramaikan Festik 2026 UNP Kediri, Catat Tanggalnya

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan warisan budaya seperti gending karawitan Jawa melalui pendekatan yang sesuai dengan zaman.

"Konser ini merupakan bukti nyata bahwa generasi masa kini terus menghidupkan dan membumikan kembali karya seniman terdahulu seperti Ki Narto Sabdo," jelas Mahendra.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Gondrong Gunarto menambahkan, pertunjukan ini adalah wujud penghargaan kami terhadap Ki Narto Sabdo dan sebagai upaya mendekatkan gending karawitan kepada pendengar muda. Gaya musik yang merakyat dan mudah dinikmati telah membawa nuansa spesial di Pacitan, tempat yang kaya akan budaya dan seni.

Konser yang dihadiri oleh sejumlah musisi tanah air, seperti Dimas Arie Perdana alias Selagood dan Fanny Soegiharto ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional dalam perpaduan yang modern.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.