Jumat, 24 Jul 2026 21:28 WIB

Sidang Amar Putusan MK di KPU Jember, Caleg Partai Demokrat Walk Out

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 20 Jun 2024 17:21 WIB
Sidang amar putusan MK di KPU Jember (Foto: Ambang for jatimnow.com)
Sidang amar putusan MK di KPU Jember (Foto: Ambang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam sidang amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, Caleg Partai Demokrat walk out.

Caleg Partai Demokrat Try Sandi Apriana walk out dari forum sidang bersama saksi partai, karena merasa kecewa dengan keputusan pimpinan sidang.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Tri Sandi mengatakan, sikap walk out diambil lantaran mereka mendapati segel kotak suara yang sudah cacat, sehingga keaslian data dianggap tidak sah dan kebenarannya dipertanyakan.

"Karena ternyata yang pertama kami menemukan Form C Plano sudah tidak tersegel," kata Try Sandi, Rabu (19/6/2024).

"Artinya sudah pernah dibuka dan kita menemukan ada tanda tangan yang tidak sesuai antara C Plano sebelumnya dan setelahnya. Bahkan barcode pun sudah berbeda jauh,” sambungnya.

Dengan begitu, Partai Demokrat Jember akan melaporkan ini ke pihak kepolisian dan pasrah terhadap putusan KPU maupun Bawaslu terkait perbedaan suara.

“Kami akan melaporkan ke kepolisian, karena ini sudah terindikasi melanggar pidana. C Plano saat ini yang kita sudah saksikan tadi itu, tidak real atau tidak asli, dan sudah ada perubahan,” jelasnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

“Kami melihat kok semuanya bisa sesuai dan dianggap sama secara tiba-tiba. Sementara data yang ada pada kami tidak sama dengan yang disampaikan oleh KPU," akunya.

"Kami juga konfirmasi ke partai-partai lain, C Plano, C hasil dan foto-foto mereka itu sesuai semua dengan kami, kecuali punya Partai Nasdem,” sambungnya.

Try Sandi menganggap, pada C Plano dan foto C hasil yang dimiliki olehnya, tidak ada perubahan. Bahkan pada aplikasi Sirekap juga sama.

Sementara itu, Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni menjelaskan, alasan pemohon beranggapan ada data yang tidak sesuai, sehingga tidak ada gunanya mengikuti pleno.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Namun demikian, adanya walk out, pleno di KPU Jember tetap dilanjutkan. Apabila ada keberatan, disediakan form kejadian khusus.

"Pembukaan kotak itu sudah disaksikan pihak keamanan dan Bawaslu, sebagai alat pembuktian dan pelaksana putusan MK," ucapnya.

"Kami hanya menyandingkan Form C1 hasil dan D1 hasil di Kecamatan sebagai rekap akhir, untuk menjadi putusan akhir rekap suara di tingkat nasional,” tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.