Jumat, 19 Jun 2026 04:17 WIB

Kisah Jagal Kalanganyar Sidoarjo, Bawa 4 Belati dengan Upah Seikhlasnya

Mohamad Abdilah warga Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo usai menyembelih hewan kurban. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Mohamad Abdilah warga Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo usai menyembelih hewan kurban. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mohamad Abdilah warga Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo telah 7 tahun menjadi tukang jagal. Selain sebagai tukang jagal di Desa Kalanganyar Sedati Sidoarjo, ia juga menerima panggilan di wilayah lain hingga Surabaya.

"Alhamdulillah, penuh suka cita menjalaninya, sangat senang melakukan penyembelihan dengan ajaran sesuai tuntunan Islam. Ini juga sebagai media syiar Islam tentang tata cara penyembelihan," ucap Aab, panggilan akrabnya, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga: Disnakeswan Tulungagung Temukan Cacing Hati di Sejumlah Hewan Kurban

Banyak kejadian unik dialami Aab. Diantaranya, hewan kurban yang hendak disembelih malah mengamuk. Ia pun harus sabar untuk menaklukan hewan tersebut.

"Pengalaman unik selama jadi tukang jagal, ada hewan kurban yang mau disembelih mengamuk sehingga harus mempunyai upaya ekstra menaklukan hewan tersebut sampai tenang dulu sebelum disembelih," imbuhnya.

Aab memiliki trik khusus agar hewan kurban tidak mengamuk ketika akan disembelih. Diantaranya menghindarkan hewan kurban dari stres.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

"Pertama, jangan ada banyak orang saat akan disembelih, itu membuat hewan stres jika banyak kerumunan, cukup dilihat dari kejauhan saja. Kemudian pemberian makan dan minum yang cukup, hewan datang ke tempat penyembelihan 2 hari sebelumnya," paparnya.

Dilanjutkan, jagal juga harus benar-benar paham tata cara menyembelih sesuai agama Islam.

"Saya setiap melakukan penyembelihan membawa 4 pisau dengan fungsi yang berbeda. Pisau harus tajam sehingga sekali gorok langsung bisa putus tidak sampai menyakiti atau menyiksa binatang. Kemudian selain pisau potong, kriteria orang yang bisa menyembelih haruslah yang tergolong mengerti soal agama," tuturnya.

Baca Juga: SIG Salurkan Sapi dan Kambing Kurban hingga Papua Barat

Mengenai tarif sebagai tukang jagal, Aab tidak mematok biaya secara khusus. Hal ini malah membuat dia sering kali mendapat imbalah bingkisan selain upah yang diterimanya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.