Sabtu, 20 Jun 2026 01:16 WIB

Kuras Sumur Pakai Mesin Penyedot, Kaderi Tewas Keracunan Asap

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 18 Sep 2018 13:30 WIB
Petugas memberi garis polisi di lokasi kejadian tewasnya Kaderi, Selasa (18/9/2018)
Petugas memberi garis polisi di lokasi kejadian tewasnya Kaderi, Selasa (18/9/2018)

jatimnow.com - Kaderi (60) ditemukan tewas ketika sedang menguras air sumur. Warga Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar ini diduga tewas karena keracunan asap dari mesin penyedot air. 

Dari keterangan para saksi, kejadian bermula saat korban sedang menguras sumur di wilayah Desa Jugo, Kecamatan Kesamben dengan menggunakan mesin penyedot air yang diturunkan ke dalam sumur.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Melihat air sudah terkuras, korban kemudian menarik mesin penyedot air tersebut dan masuk untuk membersihkan air dalam sumur.

"Saat mesin penyedot air sudah dikirim, korban kemudian masuk ke dalam. Dari keterangan saksi, saat tiba di kedalaman sumur, korban sempat batuk-batuk," kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu Muhammad Burhanuddin, Selasa (18/09/2018).

Pemilik sumur yang mendengar korban batuk kemudian memanggilnya. Korban diminta untuk keluar dari dalam sumur. Saat dicek, korban sudah berada di dalam air tak bergerak.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Melihat korban tak bergerak, pemilik kemudian meminta bantuan warga setempat untuk mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi. Namun, nyawa korban sudah tak bisa diselamatkan.

Petugas yang tiba di lokasi kejadian melakukan olah TKP. Diduga, korban meninggal karena keracunan gas monoksida yang dihasilkan oleh mesin penyedot air.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi. Keluarga kemudian membuat surat pernyataan. Sementara jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan," pungkas Burhan.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.