Minggu, 14 Jun 2026 13:51 WIB

DPRD Surabaya Bicarakan Pasar Keputran: Kurang Pas di Tengah Kota

  • Penulis :
  • | Kamis, 13 Jun 2024 13:20 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna. (Foto: dok. jatimnow.com)
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Anggota Komisi B DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna angkat bicara soal kondisi di kawasan Pasar Keputran.

Diakui, sejauh ini belum ada laporan, baik dari pedagang maupun dari PD Pasar Surya atau dari masyarakat di sekitar lingkungan Pasar Keputran, yang protes atau mengadu ke DPRD Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Makanya selama ini kita menganggap tidak ada masalah. Dulu ada masukan soal bau dan sampah, itu semua sudah teratasi dan kita anggap clear," ujar Ayu, Selasa (12/6/2024).

Namun, faktanya aktivitas para pedagang liar atau PKL di sekitar Pasar Keputran membuat kawasan ini nampak semrawut. Hal itu pun mendapatkan atensi Pemkot Surabaya.
Kemudian, dilakukan upaya penertiban. Namun, para PKL tetap membandel menggelar lapak di trotoar jalan hingga membuat Kota Surabaya kurang sedap dipandang.

Para pedagang resmi pun mengeluhkan aktivitas para PKL tersebut kerap mengganggu akses masuk. Mereka harus menyawa jasa kuli panggul untuk memasukkan barang dagangannya dari pemasok yang didatangkan dari luar kota.

"Kok yang mempunyai hak berjualan di sana harus membayar kuli lagi untuk masuk ke lingkungan pasarnya karena terhambat oleh pedagang dari luar atau tidak resmi," sambung politisi Golkar tersebut.

Untuk mengurai persoalan itu, Ayu berharap kepada Badan Pengawas PD Pasar Surya untuk turun dan melakukan pengawasan untuk mengurai permasalahan yang ada di Pasar Keputran. Serta mencarikan solusi agar keinginan para pedagang dapat terakomodir dengan baik.

Sebab hal ini dapat berimplikasi dengan program Pemerintah Kota Surabaya yang ingin menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu, persoalan PKL yang berada di kawasan Pasar Keputran ini harus lekas ditangani.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

"Nah, ini sangat disayangkan sebab utamanya progam dari Pak Wali ini menghidupkan perekonomian warga Kota Surabaya dan kami (di DPR) sepakat dengan itu, tapi bila kenyataannya seperti itu ya harus dibenahi," tandasnya.

Sementara itu, mengenai infrastruktur yang menunjang kenyamanan baik para pedagang dan pembeli, kata Ayu harus menjadi tanggung jawab bersama. Seperti persoalan kebersihan di lingkungan pasar.

"Memang sejauh ini kita melihat masih ada pedagang ayam menggunakan meja berjualan di luar. Tentu itu dari pemandangan tidak elok untuk dilihat. Kemudian parkiran juga musti ditertibkan. Supaya kendaraan itu tidak hilang atau tidak baret (lecet) sehingga orang yang ke pasar menjadi lebih nyaman," ulasnya.

"Kemudian kalau soal kondisi pasar yang becek dan lain sebagainya harus ada kesadaran dari pedagang. Tidak bisa seenaknya sendiri (membuang sembarangan dan tidak menjaga kebersihan)," sambungnya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kemudian, mengenai tata ruang kota, Ayu menilai lokasi pasar yang berada di tengah kota dirasa kurang pas.

Menurutnya seyogyanya lokasi pasar seperti Pasar Keputran atau pasar induk itu berada di daerah kawasan pinggiran Kota Surabaya bukan justru di tengah kota. Seperti hal yang ada di Ibu Kota Jakarta.

"Sebetulnya kalau seperti pasar induk seyogyanya tidak berada di tengah kota. Nah kalau di Jakarta, pasar induk ada di pinggiran kota. Seperti pasar Cimanggis berada di jalan arah ke Bogor jadi berada di pinggiran kota. Sehingga tidak terjadi kemacetan," bebernya.

"Sebenarnya kalau untuk pasar induk itu seperti di Sidotopo atau di Pasar Turi itu juga bagus. Karena lokasinya tidak di tengah kota, dan saya rasa itu bila ditata baik untuk pasar basah di Sidotopo atau pasar keringnya bisa jadi itu Pasar Turi," tutupnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.