Kamis, 18 Jun 2026 10:26 WIB

Bupati Trenggalek Mas Ipin Ikut Nyadran di Dam Bagong, Ini Maknanya

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melempar kepala kerbau. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melempar kepala kerbau. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikuti upacara adat Nyadran Dam Bagong, di Kelurahan Ngantru. Dalam upacara ini mereka melarung kepala kerbau yang kemudian diperebutkan para warga.

Upacara tersebut digelar setahun sekali, setiap bulan Selo dalam sistem kalender Jawa. Warga menggelar upacara ini untuk memperingati jasa Adipati Menak Sopal yang telah membangun dam sehingga dapat mengairi area sawah mereka.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

Rangkaian upacara adat ini diawali dengan kirab kepala kerbau dan tumpeng agung dari kawasan kampung menuju makam kompleks Makam Bagong, di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Selanjutnya warga bersama tokoh desa dan kepala daerah menggelar ziarah makam Ki Ageng Menak Sopal. Kemudian, potongan kepala kerbau beserta kulit dan tulangnya dibawa ke Dam Bagong untuk proses pelarungan.

Bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin ini mengatakan semangat Nyadran ini adalah bersedekah dengan harapan mendapatkan berkah Allah SWT.

Nyadran Dam Bagong merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas perjuangan Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa membawa kemakmuran masyarakat setelah membangun Dam Bagong.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

Terlebih Dam ini diyakini selain sebagai sumber pengairan pertanian, juga dapat menampung air ketika musim kemarau dan mampu mengendalikan banjir ketika musim penghujan.

"Terima kasih seluruh masyarakat Ngantru dan Masyarakat Desa Kerjo, serta masyarakat yang juga menerima manfaat aliran sungai Dam Bagong. Terima kasih ini bentuk syukur. Kerbaunya memilih yang terbaik jadi syukurnya betul-betul syukur," ujarnya, Jumat (7/6/2024).

Kepala kerbau yang dilarung ini memiliki simbol performa dalam menjalankan tugasnya. Sosok kerbau sendiri merupakan lambang hewan yang biasa berkerja keras. Performa dan kerja keras ini dibutuhkan dalam sebuah kesuksesan.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Serahkan SK Pensiun kepada 90 PNS

"Sebenarnya simbol kehormatan, kepercayaan. Jadi kalau membangun atau kita katakanlah sebagai pelayanan masyarakat, kepercayaan itu adalah segala-galanya," tuturnya.

Tradisi ini menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat. Mereka berebut kepala dan kaki kerbau yang dilempar ke dalam Dam Bagong. Warga harus menyelam mencari keberadaan kepala kerbau ini di kedalaman Dam Bagong.

"Saya doakan semuanya rezekinya lancar," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.