Rabu, 17 Jun 2026 12:29 WIB

Bupati Trenggalek Ajak Finalis Putri Otonomi Indonesia Jaga Ekosistem

Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin saat melakukan tranpalantasi terumbu karang. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mocahamad Nur Arifin saat melakukan tranpalantasi terumbu karang. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kawasan bekas pengeboman ikan di Pantai Mutiara Trenggalek kini mulai membaik. Hal itu menunjukan konservasi terumbu karang di Taman Laut Karang Tresno Pantai Mutiara Trenggalek berhasil.

Dalam acara Mutiara Underwater Festival and Conservation (Mufon) 2024, Pemkab Trenggalek bersama 15 besar Putri Otonomi Indonesia (POI) kembali melakukan transpalantasi terumbu karang.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Aksi kecil ini semoga bisa menyelamatkan ekosistem laut yang semakin krisis," ujar Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Rabu (05/06/2024).

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengungkapkan, dulu kawasan Pantai Mutiara menjadi salah satu lokasi putas dan pengeboman menangkap ikan dan lobster. Akibatnya, banyak terumbu karang di Pantai Mutiara yang rusak.

"Kegiatan putas dan pengeboman tentu merusak ekosistem laut. Oleh karena itu kami berupaya terus melakukan konservasi terumbu karang," ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Setelah beberapa tahun melakukan konservasi di Taman Laut Karang Tresno, kini sudah muncul kehidupan baru. Dimana banyak anemon dan ikan laut yang hidup di taman laut tersebut.

"Perkembangan taman laut kini sudah muncul anemon dan ikan nemo. Tentu ini sungguh membahagiakan," paparnya.

Mas Ipin menjelaskan, jenis terumbu karang yang berada di Taman Laut Karang Tresno adalah varietas lokal. Disisi lain, juga terdapat budidaya rumput laut dan lobster untuk mendukung ekosistem laut.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

"Saya mengajak semua masyarakat untuk memperjuangkan kemerdekaan melalui konservasi alam. Karena banyak orang meninggal akibat rusaknya alam," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.