Minggu, 21 Jun 2026 19:05 WIB

Soal Pasien Gagal Operasi di Lamongan, Berikut Klarifikasi RSUD dr Soegiri

Halaman depan RSUD dr. Soegiri Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Halaman depan RSUD dr. Soegiri Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - RSUD dr Soegiri Lamongan mengklarifikasi soal pasien yang gagal operasi diduga karena ditinggal dokter naik haji. RS Plat merah itu meluruskan info perihal adanya dugaan sikap kurang profesional tersebut.

Wakil Direktur Bagian Pelayanan dan Penunjang, RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rahman menyebutkan pasien bernama Priyanto, asal Desa Tanjungmekar, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, pada Senin (3/5/2024) memang dijadwalkan menjalani operasi. Wadir Abdur juga mengakui bahwa dokter yang akan melakukan tindakan operasi juga akan berangkat haji.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Yang pertama, dokter mau naik haji itu betul, tapi masih belum berangkat. Bahkan kemarin itu masih operasi 5 pasien malahan," ungkap Abdur Rahman, Selasa (4/6/2024).

Dijelaskan dr. Abdur, pasien Priyanto memang memiliki gangguan di saluran kencing atau gangguan prostat dan paru. Pasien tersebut termasuk pasien kronis dan ada 2 dokter yang menangani.

"Pasien ini memang direncanakan melakukan tindakan operasi, sudah disiapkan sampai konsul dokter anastesi, paru, jantung juga," bebernya.

Nah, lanjut dr. Abdur, pada saat akan dilaksanakan operasi pada Senin (3/6/2024) kemarin ternyata ada kecemasan mungkin di pasien. Mendadak pasien memberontak, infus dicabut dan kantong urinenya dilepas.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kalau operasi itu kan butuh sikap kooperatif, kemudian ada masalah ketidakkooperatifan tadi tiba-tiba berontak, padahal semua obat dan dokter juga sudah siap," katanya.

dr. Abdur menegaskan, pasien kemudian tiba-tiba turun minta pulang, sementara pihak keluarga juga memutuskan untuk tidak dilakukan operasi. Keluarga korban sudah bertanda tangan batal operasi.

"Jadwal operasinya pukul 10.00, kemudian pasien pulang pukul 12.00. Dan pukul 14.00 keluarga sempat kembali untuk meminta maaf kepada RSUD dengan alasan telah merepotkan," urainya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Selain itu, dr. Abdur juga mengklarifikasi perihal pasien yang diminta membayar sejumlah uang saat mengurus administrasi.

"Pasien berstatus BPJS tidak dikenakan biaya apapun," ucap dr Abdur..

"Sudah saya cek, dan pastikan bahwa tidak ada permintaan untuk membayar. Pasien menyelesaikan pembayaran sesuai prosedur BPJS," tutupnya

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.