Sabtu, 20 Jun 2026 11:10 WIB

Relokasi PKL untuk Renovasi Alun-Alun Jember Tuai Protes IKA PMII

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 03 Jun 2024 19:19 WIB
Ketua IKA PMII Jember Hadinuddin ketika ditemui wartawan (Foto: Sugianto/jatimnow.com))
Ketua IKA PMII Jember Hadinuddin ketika ditemui wartawan (Foto: Sugianto/jatimnow.com))

jatimnow.com - Upaya Pemkab Jember untuk melakukan renovasi Alun-Alun dengan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) ke Jalan Kartini, menuai protes dari Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jember.

Ketua IKA-PMII Jember, Hadinuddin menyampaikan, renovasi Alun-Alun Kota Jember tidak bisa dilakukan segampang itu.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Dikatakannya, ini dinilai tidak memberikan kemanfaatan ekonomi yang baik bagi masyarakat, khususnya PKL. Seharusnya Pemkab Jember lebih tepat melakukan penataan atau relokasi PKL sesuai dengan cita-cita dari kepala daerah sebelumnya.

“Banyak warga (PKL) yang menggantungkan hidupnya di situ. Artinya, rasa kemanusiaan mau ditindih untuk kepentingan keindahan estetika. Ini menurut saya sudah di luar batas," tegasnya, Senin (3/6/2024).

Hadinuddin mengatakan, IKA-PMII Jember akan mengambil tindakan, baik melalui dialog maupun aksi untuk memprotes relokasi PKL tersebut.

Diketahui, upaya renovasi Alun-Alun Kota Jember yang dilakukan oleh Pemkab Jember dimulai hari ini. Puluhan PKL yang biasa berjualan di Alun-alun Kota Jember saat ini direlokasi di wilayah barat dekat Masjid Jami' Al Baitul Amien lama.

“Bukan hanya puluhan, tapi ribuan yang menggantungkan hidupnya di sana. Sistem relokasinya dengan memindah tempat, mereka (PKL) masih bisa berjualan. Itu menurut saya juga tidak memenuhi syarat,” tegasnya.

Menurut pria yang juga Anggota DPRD Provinsi Jatim, PKL tidak akan bisa berjualan di Alun-Alun begitu selesai direnovasi. Ini akan memberatkan PKL, yang otomatis pendapatannya akan menurun.

"Berkaca ke Malioboro Yogjakarta, ketika mencari PKL sudah dipindahkan, di samping Kantor DPRD," ucapnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Hadinuddin menuturkan, seharusnya dilakukan relokasi yang terintegrasi dan mengakomodir kebutuhan PKL itu sendiri.

“Misal di Jalan Kartini juga tidak mungkin, kenyamanan orangnya di mana. Maka menurut saya, hentikan itu proses relokasi. Dipikir dulu, apalagi hal ini bukan hal yang mendesak untuk Jember,” tegasnya.

Menurutnya, urusan perut para PKL lebih penting, apalagi sampai para PKL memiliki pinjaman untuk usahanya.

"Harusnya yang tepat, tinggal menata saja yang baik PKL itu, sehingga memberikan efek positif dan pendapatan, baik bagi (bagi) PKL ataupun (bagi) pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Hadinuddin menambahkan, renovasi alun-alun Kota Jember harusnya memenuhi kebutuhan masyarakat secara tepat.

“Masyarakat kita ini kan hanya mencari tempat untuk hiburan yang murah meriah dan mudah diakses. Tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Apalagi Alun-Alun itu konsepnya dulu, bukan untuk taman kota atau estetika tampilan. Dulu dibangun untuk jadi aktifitas ekonomi dan kegiatan masyarakat secara umum,” paparnya.

Sayangnya, menurut Hadinuddin, banyak kepala daerah yang tidak memahami sejarah tentang keberadaan Alun-Alun.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.