Senin, 22 Jun 2026 04:51 WIB

Tak Terima Dituduh Maling, Puluhan Kades di Bojonegoro Kembalikan Mobil Siaga

Mobil Siaga. (Foto: Rizky for jatimnow.com)
Mobil Siaga. (Foto: Rizky for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Bojonegoro berbondong-bondong mengembalikan mobil siaga desa ke Kejari setempat, pada Jumat (31/5/2024).

Aksi tersebut mereka lakukan, karena merasa dituduh telah melakukan korupsi berjamaah atas pengadaan mobil siaga desa.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Para kades yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa (AKD) itu, berbondong-bondong mendatangi Kantor Kejaksaan yang berada di Jalan Rajekwesi, Kota Bojonegoro dengan mengendarai mobil siaga.

Terhitung ada sebanyak 25 mobil siaga desa berwarna putih terparkir di samping kantor Kejari tersebut.

Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM, AKD Bojonegoro, Anam Warsito mengungkapkan, kedatangannya ke Kantor Kejari Bojonegoro merupakan bentuk kekecewaan dan keberatan atas narasi yang dibangun di publik yang dinilai mendiskreditkan para kades sebagai maling atau korupsi secara berjamaah.

“Karena telah viral di mana-mana, menyampaikan bahwa 384 Kades di Bojonegoro telah melakukan korupsi berjamaah,” ujar Kades Wotan, Kecamatan Sumberrejo itu.

Menurutnya, dalam proses penyidikan kasus dugaan penyimpanan bantuan keuangan khusus desa (BKKD) untuk pengadaan Mobil Siaga tahun 2022 masih panjang. Sejauh ini para kades penerima mobil siaga yang diperiksa masih berstatus saksi.

Baca Juga: Sandang Status Tersangka, Kades di Probolinggo Masih Hirup Udara Bebas

“Kami ini masih berstatus sebagai saksi dan proses ini masih panjang, saat ini saja masih penyidikan,” jelasnya.

Sementara itu, hasil audiensi dengan Kajari Bojonegoro, pihaknya diminta untuk tidak meninggalkan mobil siaga di kantor Kejari, agar fungsi kendaraan mobil tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Maka kami diminta untuk tidak meninggalkan Mobil Siaga di Kejaksaan, dan diminta untuk membawa kembali,” tutur Anam.

Terpisah, Kepala Kejari Bojonegoro, Muji Martopo mengungkapkan bahwa pihaknya meminta kepada para kades untuk membawa kembali Mobil Siaga tersebut agar dapat kembali digunakan untuk kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

“Karena kami telah menemukan alat bukti yang lain, lebih baik manfaatkan mobil itu untuk masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi mobil siaga itu, penyidik fokus untuk mengembalikan kerugian keuangan negara dari adanya cashback pengadaan mobil tersebut.

“Kami bukan mengejar mobilnya, tapi kami mengejar uang yang telah diterima,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.