Kamis, 11 Jun 2026 07:58 WIB

Sepanjang Pesisir Pantai Jember Berpotensi Gempa dan Tsunami

  • Penulis :
  • | Selasa, 28 Mei 2024 16:20 WIB
Apel Kesiapsiagaan Bencana 2024 di Alun-Alun Puger, Selasa (28/5/2024). (Foto: Giant for jatimnow.com)
Apel Kesiapsiagaan Bencana 2024 di Alun-Alun Puger, Selasa (28/5/2024). (Foto: Giant for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sepanjang pesisir pantai selatan yang ada di Kabupaten Jember, sangat berpotensi bencana gempa dan tsunami.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto, usai menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana 2024 di Alun-Alun Puger, Selasa (28/5/2024).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Karena sepanjang pesisir pantai kita ini, potensi gempa dan tsunami sangat tinggi sekali," kata Bupati.

Maka dengan begitu, sengaja pelaksanaan apel yang telah diatur undang-undang tahun 2017 agar setiap tahun dilaksanakan apel. Untuk Kabupaten Jember dilaksanakan di wilayah kecamatan yang dekat pesisir pantai.

Kendati begitu, kesiapsiagaan bencana tidak hanya setiap tahun saja, Bupati meminta agar setiap saat masyarakat dan semua pihak harus siap dan siaga.

"Kesiapsiagaan tidak setiap tahun saja, tapi kita harus siap setiap saat," ujar Hendy.

Kabupaten Jember memiliki sejumlah pantai di wilayah selatan, dan memiliki ketinggian ombak yang sangat luar biasa.

"Kita punya risiko tinggi di seluruh pesisir pantai yang ada, di garis pantai di Kabupaten Jember," jelas Bupati.

Hendy menegaskan, kejadian bencana bukan hanya tanggung jawa pemerintah saja. Melainkan seluruh pihak, baik masyarakat, tokoh masyarakat, agama, instansi dan semua pihak.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Jadi sudah selayaknya, jika terjadi bencana haru menjadi tanggung jawab bersama.
"Mulai dari anak-anak hingga dewasa, semuanya terlibat," akunya.

Dalam apel kesiapsiagaan bencana ini, juga diikuti sejumlah pelajar dari sekolah yang berada di sekitar pesisir pantai.

Jadi petugas dari BPBD memberikan pelajaran dan edukasi kepada para pelajar, apa yang dilakukan bila terjadi bencana.

"Yang paling penting wilayah pesisir, yang paling utama. Dimana mereka harus hati-hati, apabila terjadi sesuatu apa yang harus dilakukan," tegasnya.

"Kalau ada gempa apa yang dilakukan, apa harus berlari, atau di bawah meja. Kalau ada tsunami harus bagaimana, berlari atau sembunyi, ini yang perlu mereka tahu," sambungnya.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Namun demikian, adanya peringatan dan apel ini merupakan bagian ikhtiar bila terjadi bencana gempa atau tsunami.

"Kita terus berdoa, agar bencana tidak terjadi, baik di Kabupaten Jember maupun di negeri kita tercinta ini," harapnya.

Reporter: Giant

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.