Senin, 22 Jun 2026 14:29 WIB

Hanya Coba-coba, Oknum ASN Tulungagung Pesta Narkoba di Surabaya Direhabilitasi

Kepala BNNK Tulungagung, Rose Iptriwulandhani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala BNNK Tulungagung, Rose Iptriwulandhani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua oknum ASN Dinas Kesehatan Tulungagung yang tertangkap Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur akan menjalani rehabilitasi di BNN setempat. Berdasarkan hasil asessment, HP dan AM tidak terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Mereka hanya pengguna yang mengaku sekadar coba-coba.

Kepala BNNK Tulungagug, Rose Iptriwulandhani mengatakan keputusan rehabilitasi ini berdasarkan rekomendasi dari Tim Asesmen Terpadu (TAT). Tim tersebut terdiri dari tim hukum dan kesehatan. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum ASN yang tertangkap.  

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

“Tindakan rehabilitasi terhadap HP dan AM dilakukan setelah dilakukan assesment dari tim hukum dan kesehatan," ujarnya, Jumat (24/5/2024).

Rose menjelaskan tim hukum berasal dari penyidik Polda Jatim, penyidik BNN Provinsi Jatim, dan kejaksaan tinggi. Mereka menyelidiki apakah mereka terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba, baik sebagai bandar atau kurir narkoba. Sedang tim medis berasal dari dokter dan psikolog. Tim ini memeriksa kondisi psikologis, kesehatan dan riwayat ketergantungan narkoba.

“Ternyata dari penyelidikan tim hukum tidak terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba, sedangkan dari tim medis didapat kesimpulan masih coba pakai atau kategori ringan," terangnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Dari hasil penyelidikan diketahui keduanya mengonsumsi narkoba jenis ekstasi baru dua kali dan tidak ditemukan ketergantungan serta gangguan psikologis. Dari kesimpulan dua tim tersebut, lalu disimpulkan dan hasilnya diberi rekomendasi melakukan rawat jalan rehabilitasi di klinik BNNK Tulungagung.

Proses rehabilitasi akan dilakukan selama tiga bulan dan dimulai pada Senin depan. Rehabilitasi akan dilakukan dua kali seminggu dengan mengedepankan konseling dan terapi pada yang bersangkutan.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

“Ada terapi CBT (Cognitive Behaviour Terapy), pasien akan diberi edukasi, harapannya bisa merubah pola fikirnya menjadi lebih positif," pungkasnya.

Sebelumnya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur dalam pesta narkoba bersama 5 orang lainnya. Mereka menggunakan ekstasi di sebuah tempat Karaoke yang berada di daerah Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Mereka diamankan pada Rabu (15/5/2024) sekitar pukul 20.30 WIB.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.