Minggu, 21 Jun 2026 08:45 WIB

Pasien Keluhkan Pelayanan Farmasi, Ini Penjelasan RSUD RT Notopuro Sidoarjo

Forum Konsultasi Publik RSUD R. T. Notopuro bersama pasien, akademisi, hingga OPD di Ruang Kahuripan Gedung IPKT. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)..
Forum Konsultasi Publik RSUD R. T. Notopuro bersama pasien, akademisi, hingga OPD di Ruang Kahuripan Gedung IPKT. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)..

jatimnow.com - Guna memberikan respons cepat terkait pelayanan di RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo, pihak manajemen menggelar Forum Konsultasi Publik, dengan melibatkan pasien, akademisi, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Dalam forum tersebut, diungkapkan keluhan sejumlah pasien terkait  pelayanan bagian farmasi yang dinilai kurang maksimal. 

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Menanggapi hal ini, Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr. Wasis Nupikso menyampaikan, keterbatasan SDM pada bagian farmasi, yang masih menjadi penyebab munculnya keluhan ini.

"Seiring memang jumlah pasien yang naik juga saat kita jadi kelas A. Di satu sisi memang banyak obat yang tidak bisa langsung diberikan dan harus diracik terlebih dahulu oleh apoteker," tuturnya di tengah forum yang digelar di Ruang Kahuripan Gedung IPKT lantai 3, Selasa (21/5/2024).

Sejumlah obat, dikatakannya, membutuhkan treatment khusus, sehingga memakan waktu yang lebih lama sebelum bisa diberikan kepada pasien.

Wasis Nupikso juga mengatakan, untuk mempersingkat pelayanan farmasi telah disediakan 5 loket. 

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Namun pihaknya juga mengungkapkan akan menambah tenaga apoteker agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Selain itu, pihak manajemen juga menjawab pertanyaan sejumlah pasien terkait obat-obatan, yang tidak tersedia di rumah sakit berplat merah ini, sehingga pasien harus membeli di luar. 

Kepala Instalasi Farmasi RSUD R. T. Notopuro Gugus Virianti menyampaikan sebagian besar obat yang diberikan ke pasien, khususnya BPJS Kesehatan adalah sesuai resep dan ada dalam formularium nasional.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

"Jika obat yang dibutuhkan pasien tidak ada dalam formularium nasional,  memang tidak ditanggung BPJS dan harus dibeli sendiri oleh pasien,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa ada beberapa obat di luar formularium nasional tetap diberikan ke pasien dan biayanya akan ditangggung oleh pihak rumah sakit.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.