Rabu, 17 Jun 2026 13:28 WIB

Komisi D DPRD Jatim Terima Perwakilan Warga Rusunawa Gunungsari Surabaya

  • Penulis :
  • | Senin, 20 Mei 2024 18:37 WIB
Pertemuan warga Rusunawa Gunungsari dengan Komisi D DPRD Jatim. (Foto: Setya for jatimnow.com)
Pertemuan warga Rusunawa Gunungsari dengan Komisi D DPRD Jatim. (Foto: Setya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi D DPRD Jatim menerima perwakilan warga Rusunawa Gunungsari Surabaya, Senin (20/5/2024), yang beberapa hari lalu ditertibkan lantaran menunggak uang sewa.

Faisol selaku perwakilan warga menjelaskan, pihaknya keberatan dengan upaya pengosongan itu. Sebab, penagihan biaya sewa tersebut tidak dilakukan tiap bulan atau diangsur. Namun tiba-tiba diminta pelunasan biaya selama dua tahun.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Harusnya tagihan itu setiap satu bulan, dua bulan atau tiga bulan sekali. Tapi ini moro-moro dua tahun nunggak langsung ditagih," kata Faisol di ruang rapat Komisi D DPRD Jatim.

Rapat dengar pendapat dipimpin Ketua Komisi D DPRD Jatim dr Agung Mulyono. Diikuti para anggota Komisi D dan Kepala Dinas Cipta Karya Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP-CP) Jatim Nyoman Gunadi. Serta, Kepala Dinas Sosial Restu Novi Widiani serta Satpol PP Jawa Timur.

Dalam forum itu Dinas Cipta Karya membantah jika upaya pengosongan itu dilakukan secara mendadak. Penagihan dilakukan tiap bulan, begitu pula proses peringatan hingga melakukan penyegelan. Sempat terjadi perdebatan yang tak berujung.

Namun perang argumen itu mereda setelah dewan meminta agar seluruh pihak berkonsentrasi terhadap upaya solusi ke depan. Tidak berlarut-larut terhadap perdebatan siapa yang salah. Solusi menjadi penting, apalagi 11 KK terdampak masih bertahan dengan tidur di pendopo di Rusunawa tersebut.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

Komisi D pun mendorong agar Pemprov mencarikan solusi dalam waktu dekat. Maksimal dua bulan harus ditentukan solusi bagi seluruh pihak. Warga berharap penuh pada solusi nantinya. Sebab, warga masih menginginkan tinggal di rusun.

"Semoga kita bisa dibantu dengan regulasi baru, semoga kami bisa kembali lagi ke Rusunawa Gunungsari. Karena secara ekonomi, sosial dan budaya kami sudah melekat di sana. Tidak ingin keluar dari sana," ungkapnya.

Ketua Komisi D DPRD Jatim dr Agung Mulyono menyatakan secara umum persoalan ini sudah menemui titik terang yakni terkait hak dan kewajiban membayar. Dia meminta agar dinas terkait duduk bersama warga.

Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Fee Ijon dalam Sidang Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

"Ini sedang mencari solusi. Di satu sisi dinas tidak melanggar aturan, tapi di sisi lain penghuni rusunawa juga dipertimbangkan. Maksimal dua bulan kami minta itu diselesaikan," ungkapnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.