Senin, 15 Jun 2026 14:41 WIB

DPRD Surabaya: Perda Penanggulangan Kemiskinan Bisa jadi Tolak Balak

A Hermas Thony (dok.jatimnow.com)
A Hermas Thony (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Peraturan Daerah (Perda) percepatan penanggulan kemiskinan telah ditetapkan oleh DPRD Surabaya. Hal ini mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Surabaya, A Hermas Thony.

Politikus yang biasa akrab dipanggil AH Thony mengatakan, Perda ini diharapkan bisa menjadi tolak bala kemiskinan supaya masyarakat bisa ikut sama-sama mengerti.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Cuma peraturan daerah (perda) ini akan bisa maksimal, kalau saja orang yang miskin ini memiliki inisiatif untuk berubah," kata Thony, Senin (13/5/2024).

Menurutnya, peran pemerintah sendiri sudah jelas untuk membantu mengentaskan kemiskinan. Jika memang ada masyarakat tidak bisa diberdayakan, maka bisa diintervensi untuk dibantu.

"Contohnya, ada ibu yang tidak memiliki keahlian dan memiliki anak masih kecil, kemudian mau diberdayakan ibunya juga sulit. Kemudian anaknya mau didorong pun masih belum memungkinkan. Maka itu diintervensi," ucapnya.

"Selama ini kan begitu, tetapi kita jangan terpaku dengan pendekatan itu. Kalau orang memiliki keluarga pasti memiliki rasa tanggung jawab," imbuhnya.

Kata Thony, Pemkot tetap harus ada pendekatan pemberdayaan dengan cara memberikan penghargaan, dan bisa berbuat sesuatu yang menghasilkan. Kemudian pendapatan yang bisa men-support hidup untuk kesejahteraan keluarga mereka.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Ini perlu dilakukan kecuali penanggulangan kemiskinan pada masyarakat yang memang sangat-sangat tidak memiliki satu peluang untuk pemberdayaan itu ya dibantu sementara," ungkapnya.

Kemudian untuk masyarakat yang fase kedua itu masyarakat miskin, lanjut AH Thony, mereka memiliki satu kemampuan memiliki sumber daya maupun punya potensi. Kemudian belum dapat kesempatan untuk difasilitasi.

"Memfasilitasinya jangan sampai keliru harus sesuai dengan passionnya, harus juga sesuai dengan kemampuannya," ujarnya.

Legislator Fraksi Gerindra ini mengatakan, masyarakat kategori miskin itu tidak hanya dilihat dari tingkat sekolahnya.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Banyak juga orang-orang miskin yang ternyata pendidikannya sarjana. Mereka jadi miskin karena bisa saja kemampuan mereka tidak bisa disalurkan, sehingga belum mendapatkan pekerjaan.

"Nah, untuk ini yang saya pikir perlu ada yang harus dibuat oleh pemerintah kota, agar mereka itu menjadi bagian daripada sistem perekonomian. Ikut beraktivitas dan menjadi pelaku ekonomi aktif. Dengan begitu progres pengentasan kemiskinan akan bisa cepat berkurang," tuturnya.

"Mengatasi kemiskinan dalam tanda kutip hanya memberikan bantuan, kemudian tidak ada satu pun yang namanya identifikasi terhadap potensi mereka secara lebih detail untuk ditindaklanjuti, maka akan sia-sia. Sedangkan Perda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di kota ini adalah tanggungjawab kita bersama," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.