Sabtu, 20 Jun 2026 14:14 WIB

Polres Lamongan Dirikan Ratusan Rumah Burung Hantu, untuk Apa?

Pendirian rubuha oleh Kapolres Lamongan dan jajaran pemdes dan steak holder terkait. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pendirian rubuha oleh Kapolres Lamongan dan jajaran pemdes dan steak holder terkait. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Lamongan hadir untuk memberi solusi terkait permasalahan hama tikus yang belakangan dialami kalangan petani Lamongan.

Bertepatan dengan momen kegiatan Jumat Curhat, Kapolres Lamongan, AKPB Bobby A. Condroputra menyempatkan untuk mendengar langsung keluhan para petani di Desa Kendali, Kecamatan Pucuk, Lamongan.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyoroti terkait bahaya pemasangan jebakan listrik, namun tidak efektif dan malah membahayakan keselamatan. Ia menyebut, angka kematian akibat sengatan jebakan listrik cukup riskan.

"Di awal tahun ini saja sudah terdapat 6 korban akibat sengatan jebakan listrik, maka sekali lagi kami imbau petani untuk mengurangi penggunaan jebakan listrik," ujar Kapolres Lamongan, Jumat (17/5/2024).

Sejalan dengan hal itu, Polres Lamongan telah menyiapkan bantuan rumah burung hantu (rubuha) yang diharap bisa mengurangi penggunaan jebakan listrik dan efektif membasmi tikus.

"Tentu dengan merawat ekosistem rantai makanan, salah satunya menghadirkan predator, maka populasi tikus bisa ditekan. Selain itu, para petani tidak lagi terancam bahaya karena penggunaan jebakan listrik," bebernya.

Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Polres Lamongan Ciduk 40 Pengedar Narkotika

Sementara itu, petani desa setempat, Royhan mengaku, senang lantaran hama tikus menjadi momok bagi petani. Kondisi itu juga berdampak pada menurunnya hasil produksi panen padi.

"Hama tikus itu masalah besar bagi petani di sini, semoga dengan adanya rumah burung hantu predator dapat membasmi tikus dengan alami dan bisa membantu petani," katanya.

Sementara itu, dalam giat Jumat Curhat di balai desa itu banyak dimanfaatkan oleh petani menyampaikan segala permasalahan petani. Di antaranya, persoalan pengairan, pupuk sampai persoalan harga gabah hingga kebingungan para petani menghadapi persoalan pertanian.

Baca Juga: Pria Asal Gresik Ajak Anak dan Istri Curi Pompa Air di Lamongan

Kapolres melibatkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), M. Wahyudi dan sejumlah pihak terkait untuk menjawab keluhan para petani.

Sejumlah PJU, di antaranya para kasat dan kanit juga dilibatkan di acara Jumat Curhat. Di akhir acara, Kapolres Bobby menyerahkan bantuan 100 unit rubuha, 50 cangkul dan alat penyemprot.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.