Senin, 22 Jun 2026 20:38 WIB

Musim Kemarau, Petani Keluarkan Biaya Tambahan untuk Mengairi Sawah

  • Penulis :
  • | Sabtu, 15 Sep 2018 14:58 WIB
Salah satu petani di Tulungagung mengairi sawah dari sumur tanah
Salah satu petani di Tulungagung mengairi sawah dari sumur tanah

jatimnow.com - Musim Kemarau yang terjadi di tahun ini mengakibatkan sejumlah daerah di Kabupaten Tulungagung mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat para petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air yang digunakan mengairi lahan persawahan.

Hal ini dirasakan oleh petani di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol. Saluran irigasi di sekeliling sawah kering sejak dua bulan terakhir. Petani harus menyalakan pompa air untuk mengeluarkan air dari dalam tanah.

"Ini cara satu satunya untuk tetap bisa mengairi lahan pesawahan, mengandalkan irigasi tidak mungkin," Ujar Slamet salah seorang petani.

Slamet menuturkan, untuk bisa mengairi sawah dirinya harus mengeluarkan biaya ekstra menyewa diesel sebesar Rp 300 ribu per setengah hari.

"Kalau petani yang punya disel sendiri mungkin hanya mengeluarkan biaya bahan bakar disel, tapi kalau petani seperti saya harus menyewa dulu diselnya," katanya.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah



Kekeringan yang terjadi tahun ini juga menyebabkan hasil panen petani tidak maksimal. Biaya yang dikeluarkan oleh petani selama musim tanam, tidak bisa ditutupi dengan penjualan hasil panen.  

"Kemarin saya panen dini, sebab tidak tahan dengan serangan hama, dan hasilnyapun tidak banyak, hanya 50 persen dari hasil panen biasanya," imbuhnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Nadlori Alwi mengatakan, saat ini merupakan puncak musim kemarau. Sebanyak lima kecamatan di Tulungagung yang menjadi langganan kekeringan.

"Lima kecamatan itu diantaranya Tanggunggunung, Rejotangan, Kalidawir, Besuki, dan Pucanglaban,"ungkapnya.

Menurut Alwi, berdasarkan informasi dari BMKG,  musim kemarau akan berakhir pada akhir September ini.  Pihak BPBD sendiri saat ini terus melakukan droping air bersih, ke sejumlah wilayah yang terkena kekeringan.  

"Kebutuhan air bersih warga kita penuhi dengan mengirim pasokan air bersih setiap hari," pungkasnya.









 


    

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.