Kamis, 18 Jun 2026 05:17 WIB

Ponpes Ungkap Terduga Pelaku Penganiaya Santri di Lamongan, Siapa?

Ponpes Matholiul Anwar, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ponpes Matholiul Anwar, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ponpes Matholiul Anwar, cukup kooperatif dan terbuka menjawab persoalan dugaan penganiayaan kepada santri yang dilakukan oleh 3 temanya.

Pengurus Ponpes Abdduloh Faqih mengungkapkan bila status 3 santri terduga pelaku adalah senior atau kakak tingkat (kating) dari korban. Korban diketahui masih berusia 13 tahun, sementara 3 terduga pelaku yakni bernisial N (14), inisial D (14) dan inisial F (15).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Ya, kakak kelasnya kelas 2 MTS mungkin ya. Yang jelang rata-rata penghuni kamar tahfidz di lantai 4 asrama A itu anak SLTP," ungkap Gus Faqih, Selasa (14/5/2024).

Ke-3 terduga pelaku penganiayaan, beber Gus Faqih, telah menjelaskan perihal kejadian tersebut. Bahkan, awalnya saat muncul laporan pihak pondok sempat berfikir akan mengeluarkan ketiganya.

"Awalnya seperti itu tapi setelah mendengar dari kedua belah pihak memang tidak ada unsur ingin menyakiti," urai Gus Faqih.

Lebih lanjut, saat pertemuan semua pihak antara para santri yang terlibat dan orang tuanya. Semuanya sepakat berdamai, jelas Gus Faqih, antara santri sudah saling memaafkan dan bepelukan.

"Saat pertemuan awal itu di Ponpok, damai sempat berpelukan dan guyon seperti biasa dan saya berterima kasih atas laporan orang tua terduga korban," kata Gus Faqih.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Namun entah, setelah para pihak pulang malah muncul laporan terkait kejadian tersebut. Gus Faqih yang saat itu berkegiatan di pondok juga cukup terkejut dengan munculnya berita acara perkara (BAP) ke-3 terduga pelaku padahal ketiganya belum pernah dipanggil pihak kepolisian.

"Lah itu saya juga kaget, kok ada BAP-nya padahal ke-3 nya itu sedang hafalan di pondok," bebernya.

Terkait masalah yang tengah mendera kalangan santrinya, Gus Faqih mengaku bakal mematuhi segala prosea hukum yang berjalan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Kami selaku pihak ponpes hanya menengahi, kalau keluarga terduga korban ini mau di lanjutkan proses hukun ya silahkan," tegasnya.

Ditanya lebih lanjut, Gus Faqih menyatakan bahwa ke-3 terduga pelaku menjadi bagian tanggung jawab dari Ponpes maka perkara ini harus selesai apapun hasilnya.

"Mereka 3 santri terduga pelaku mangaku hanya bercanda bahkan mereka berani bertanggung jawab dan di BAP apabila di panggil pihak kepolisian," tuturnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.