Rabu, 17 Jun 2026 01:35 WIB

Diduga Gila, Pelaku Pembunuhan Sengketa Tanah Dibawa ke Psikiater

Petugas mengevakuasi korban yang masih tergeletak di pinggir jalan usai dikepruk batu, Jumat (14/9/2018).
Petugas mengevakuasi korban yang masih tergeletak di pinggir jalan usai dikepruk batu, Jumat (14/9/2018).

jatimnow.com - Dendam selama 15 tahun masalah sengketa tanah membuat Miseran (46) warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, tega menghabisi nyawa tetangganya, Lasmi (75).

Pelaku pun diamankan oleh Polsek Jetis. Namun demikian, pihak Polsek Jetis masih ragu, apakah korban menderita sakit jiwa atau tidak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Dugaannya sakit jiwa. Karena ketika dimintai keterangan orangnya tidak jelas. Gelagatnya beda," kata Kapolsek Jetis, AKP Suwito, Jumat (14/9/2018)

Belum lagi, saat ditanya kenapa menghantam atau mengepruk korban, pelaku tidak langsung mengaku kalau dirinya kesal. "Alasannya ya tanahnya diserobot korban," bebernya.

Di sisi lain, banyak tetangga yang mengatakan jika pelaku mempunyai keseharian yang 'nyeleneh'.

"Karena banyak laporan warga yang mengatakan sakit jiwa, kami pun membawa pelaku untuk diperiksa ke psikiater. Untuk memperkuat bukti," ujarnya.

Baca juga: Sengketa Tanah Berujung Maut, Nenek Tewas Dikepruk Batu

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Bahkan, pelaku kabarnya juga pernah disuntik obat penenang oleh mantri Puskesmas Jetis karena mengamuk dan memecahkan kaca rumah tetangganya.

Secara terpisah, salah satu tetangga Rohman mengungkapkan pelaku kerap melempari rumah korban dengan batu. Tak jarang, kaca jendela rumah korban pecah dan harus diganti. Kebetulan rumah pelaku dan korban hanya berjarak sekitar 5 meter.

"Miseran itu sering melempar batu ke rumah tetangganya, juga ke rumah nenek Lasmi itu sering. Tetangga lain juga sempat mobilnya dilempar batu tanpa alasan yang jelas," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, hanya karena persoalan tanah, Miseran (46) tega membunuh tetangganya sendiri, nenek Lasmi (75). Ia pun tewas seketika setelah kepalanya dikepruk (dihantam-red) batu besar oleh warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo ini.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.