Minggu, 14 Jun 2026 11:53 WIB

Jelang PPDB 2024, DPRD Ingatkan Dindik Skema Pemerataan Siswa di Surabaya

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati (dok.jatimnow.com)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD mengingatkan Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dindik) untuk menyiapkan skema pemerataan siswa menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mengatakan, pemerataan siswa itu dapat dilakukan dengan komunikasi antar lembaga pendidikan. Misalnya antara SMP negeri dan swasta, dan Dinas Pendidikan sebagai fasilitatornya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Kesiapan komunikasi antara SMP negeri dan swasta ini penting agar tidak ada kejadian seperti tahun lalu, di mana terdapat sekolah yang kekurangan peserta didik," kata Ajeng, sapaan akrabnya, Selasa (7/5/2024).

Selain itu, Dindik Surabaya juga harus mengakumulasi data secara spesifik jumlah siswa yang akan masuk jenjang SD dan SMP di Surabaya. Agar, permasalahan PPDB dari tahun-tahun sebelumnya tak berlanjut di 2024.

Ia juga mengimbau kepada Dinas Pendidikan segera menggebyar sosialisasi di masing-masing sekolah. Seperti halnya, keunggulan-keunggulan bersekolah di masing-masing SD dan SMP tersebut.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Walau sudah ada simulasi, tetapi ketika pelaksanaan biasanya masih banyak yang bingung bagaimana melakukan pembatasan jarak antara kelurahan dan kecamatan," jelas dia

Menurut Ajeng, pihaknya di Komisi D juga turut mengupayakan pemerataan pendidikan di Surabaya. Beberapa kali, baik dalam kegiatan reses ataupun turun langsung, dirinya seringkali meminta kepada wali murid untuk tak pilih-pilih sekolah untuk anaknya.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Termasuk bagi sekolah swasta, karena DPRD juga telah mengupayakan pemerataan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa merata ke seluruh lembaga pendidikan.

"DPRD Surabaya terus mendukung SMP swasta ini, tidak hanya soal pemberian dana BOS tapi juga memastikan Dispendik memberikan pendampingan tentang peningkatan kualitas sarana prasarana, juga pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar," pungkas Ajeng.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.