Sabtu, 13 Jun 2026 00:58 WIB

Soal Santri Diikat dan Dibanting, Ponpes Lamongan: Motifnya Bercanda

Pengurus Ponpes Matoliul Anwar, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pengurus Ponpes Matoliul Anwar, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Matoliul Anwar buka suara terkait dugaan penganiayaan yang menimpa santrinya AKA (13).

Salah satu pengurus ponpes, Abdduloh Faqih menyebut bila menurut hasil pendalaman pihak pondok terkait dugaan penganiayaan ialah murni tidak ada unsur kesengajaan.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

"Kalau saya melihat motifnya apa. Setelah kejadian itu santri yang bersangkutan sudah dipanggil dan tidak ada unsur ingin menganiaya, dan bermula candaan," ujar Gus Faqih yang juga Kepala Asrama pria dan program Tahfidz, Ponpes Matoliul Anwar, Minggu (12/5/2025).

Dijelaskan Gus Faqih, bila saat kejadian Minggu (5/5/2024) pukul 21.00 WIB ketika itu dilakukan rutinan setor hafalan dan sambil menunggu waktu urut setoran, ketiga teman korban itu kemudian berniat bercanda dengan mengikat tangan dan kaki korban.

"Waktu itu korban rebahan terus 3 orang temannya ingin memindahkan dengan niat bercanda, namun korban seketika berontak dan 3 temannya yang mengangkat korban tak bisa menjaga tubuh korban dan akhirnya terjatuh dengan kepala membentur lantai," ujar Gus Faqih.

Faqih melanjutkan, bahwa dari awal niat, membanting dan melempar itu tidak ada. Bahkan, beber Faqih, berita yang mengabarkan korban pingsan itu tidak benar.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Korban tidak pingsan, bahkan setelah itu korban masih berjalan dari lantai 4 kamar Tahfidz menuju unit kesehatan pondok. Setelah itu korban juga baik-baik saja," lanjutnya.

Adapun asrama yang ditempati korban dan 3 rekannya itu adalah tempat khusus Tahfid Al-Quran, tempat khusus itu memiliki pengawasan ketat berfasilitas eksekutif.

"Pondok itu, santri-santrinya suka bercanda. Padahal di kamar khusus Tahfidz sudah ada pengawasnya bahkan ada 2 Ustadz," bebernya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Hingga saat ini, pihak Ponpes mencoba menyelesaikan persoalan ini dengan jalan kekeluargaan, namun tetap menghormati segala proses hukum.

"Sesepuh minta kekeluargaan tapi pihak keluarga korban maunya proses hukum, maka kami bersedia mematuhi dan menghormati proses yang ada. Beberapa kali sudah ada pertemuan," paparnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.