Sabtu, 20 Jun 2026 17:43 WIB

Jalur Perseorangan di Pilbup Tulungagung 2024 Sepi Peminat

Kordiv Teknis KPU Tulungagung, Jantur Noga. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kordiv Teknis KPU Tulungagung, Jantur Noga. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bursa bakal calon bupati dan Wakil Bupati Tulungagung dari jalur perseorangan sepi peminat. Meski tahapan penyerahan berkas dukungan di KPU setempat sudah dimulai sejak tanggal 8 Mei lalu, namun hingga kini masih belum terlihat adanya tokoh yang mendaftar.

Koordinator Divisi Teknis KPU Tulungagung, Jantur Noga mengatakan sesuai jadwal tahapan penyerahan berkas dukungan calon perseorangan dimulai 8-12 Mei 2024. Dalam tahapan ini bakal calon Bupati dan Wakil Bupati datang dan mendaftarkan admin mereka di akun Sipol.

Baca Juga: KPU Tulungagung Kembalikan Rp8,3 M Sisa Anggaran Pilkada 2024

“Nantinya seluruh berkas dukungan harus diupload melalui akun Sipol tersebut, setelah itu nanti kami verifikasi," ujarnya, Jumat (10/5/2024).

Sesuai aturan jumlah dukungan yang harus didapatkan oleh bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan adalah 7,5 persen dari DPT sebelumnya. Pada Pemilu lalu jumlah total DPT Tulungagung mencapai 858.803 pemilih. Berdasarkan jumlah ini maka jumlah dukungan yang harus diperoleh adalah 64.411 dukungan yang tersebar di 10 Kecamatan.

Baca Juga: Penetapan Bupati - Wabup Tulungagung Terpilih, Ini Pesan bagi Pemimpin Baru

“Dukungan yang harus diunggah adalah KTP dan surat pernyataan dukungan," jelasnya.

Setelah proses pengunggahan selesai, KPU akan melakukan verifikasi. Nantinya jika jumlah dukungan dinyatakan memenuhi syarat, maka bakal calon perseorangan tersebut bisa mendaftar. Proses pendaftaran baru akan dimulai pada bulan Agustus mendatang.

Baca Juga: KPU Tulungagung Tetapkan Gatut Sunu-Ahmad Baharudin sebagai Pemenang Pilkada

“Jadi ini menyerahkan berkas dukungan terlebih dahulu, terus verifikasi baru jika memenuhi syarat bisa mendaftar," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.