Sabtu, 20 Jun 2026 08:07 WIB

Kisah Warga Malang Deg-degan Paket Berisi Emas Rp100 Juta Nyasar ke Banjarmasin

  • Penulis : Gerhana
  • | Jumat, 10 Mei 2024 09:19 WIB
Warga Kedungkandang, Kota Malang bernama Johan Novianto (39) berdamai dengan JNE Express Malang. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Warga Kedungkandang, Kota Malang bernama Johan Novianto (39) berdamai dengan JNE Express Malang. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Warga Kedungkandang, Kota Malang bernama Johan Novianto (39) sempat deg-degan lantaran paket yang berisi emas senilai Rp100 juta nyasar. Hal ini sempat menjadi masalah dengan pihak ekspedisi, JNE Expres. Menjadi lebih rumit lantaran, keterangan paket tersebut adalah kosmetik, tidak sesuai dengan isinya.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Paket tersebut sempat dinyatakan hilang. Namun, saat ini kedua pihak sepakat berdamai dan segala persoalan telah klir, setelah pertemuan pada 7 Mei 2024. Semuanya jadi terungkap.

Kuasa Hukum Johan yakni Samin Untung SH mengatakan, bahwa barang kliennya sudah ditemukan dan dikembalikan utuh seperti awal pengiriman pada 5 April 2024 lalu.

"Alhamdulilah barang paket dari klien kami sudah ketemu dan dikembalikan. Kami sudah cek bersama bahwa isinya sesuai dan tidak ada kerusakan," kata Samin pada Kamis (9/5/2024).

Menurutnya, barang milik kliennya itu seharusnya dikirim kepada pemesan yang berada di Pangkalpinang. Namun, justru tertukar resi ke Banjarmasin.

"Dari Banjarmasin itu barang Johan sempat tertahan di security kantor JNE, di sana sebelum dikembalikan ke Malang lagi dan diserahkan ke kami," jelasnya.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Pihak JNE telah meminta maaf atas kekeliruan pengiriman paket tersebut.

Sedangkan, Johan juga melakukan hal yang sama, meminta maaf kepada JNE karena mengirim paket yang tidak sesuai deskripsi barang sesungguhnya.

"Kami sampaikan permintaan maaf secara terbuka karena barang tidak sesuai deskripsi. Kami juga apresiasi pihak JNE yang bekerja maksimal dan profesional," katanya.

Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal

Sementara itu, Johan juga mengaku bersyukur barang paketnya sudah ditemukan kembali. Ia juga meminta maaf karena paket dideskripsikan sebagai kosmetik, sedangkan barang sesungguhnya yakni emas bernilai sekitar Rp100 juta.

"Saya sangat berterima kasih kepada JNE, karena sudah secara maksimal mencari paket saya. Saya akui ada kesalahan deskripsi yang menjadi pelajaran bagi kita semua," katanya.

Terpisah, JNE pusat melalui Media Communication Dept Head, Kurnia Nugraha memberikan pernyataan resminya. Dijelaskan dalam pernyataan tersebut, bahwa permasalahan kedua belah pihak kini sudah terselesaikan dengan baik.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.