Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 30 Apr 2026 17:30 WIB
jatimnow.com - Perlindungan bagi pekerja informal di Kota Malang kini memasuki babak baru. Melalui gerakan "Sinergi Melintas, Perlindungan Tuntas", BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang resmi menggandeng ekosistem RT dan RW guna memastikan seluruh lapisan pekerja, mulai dari asisten rumah tangga hingga pedagang kaki lima, masuk dalam radar jaminan sosial.
Langkah strategis tersebut bertujuan mengejar ketertinggalan cakupan kepesertaan. Data hingga 16 April 2026 menunjukkan, baru 174.152 orang atau sekitar 43 persen dari total 400.059 pekerja di Kota Malang yang mengantongi jaminan perlindungan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa Perluas Perlindungan Pekerja BPU
Artinya, lebih dari separuh angkatan kerja masih rentan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun ketidakpastian hari tua.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa kehadiran jaminan ini bakal menghapus kecemasan warga saat mengais rezeki.
"Peserta tidak lagi terbebani risiko kerja. Rasa aman tersebut membuat mereka lebih produktif karena ada jaring pengaman untuk kecelakaan, kematian, hingga masa pensiun nanti," ungkap Wahyu usai melepas rombongan pesepeda di Balai Kota Malang, akhir pekan lalu.
Guna mempermudah penetrasi ke akar rumput, sistem keagenan bertajuk Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) juga diterjunkan. Inovasi ini menjadi ujung tombak untuk mengedukasi sektor Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang selama ini sulit terjangkau birokrasi formal.
Baca Juga: Ratusan Siswa TITL SMKN 5 Surabaya Terlindungi JKK dan JKM
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Zulkarnain Mahading, membeberkan daya tarik utama bagi warga saat ini adalah kebijakan diskon iuran sebesar 50 persen bagi pekerja mandiri.
Menurutnya, jaminan sosial bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perlindungan nyata yang dampaknya langsung dirasakan keluarga pekerja.
"Sepanjang kuartal pertama 2026 saja, kami sudah mencairkan lebih dari 10 ribu klaim dengan total nilai Rp131,4 miliar di wilayah Malang. Angka tersebut mencakup beragam santunan, termasuk beasiswa pendidikan bagi ratusan anak peserta yang ditinggalkan orang tuanya," jelas Zulkarnain.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial
Agenda peluncuran yang bertepatan dengan HUT ke-112 Kota Malang tersebut dikemas unik melalui kegiatan gowes sejauh 11,2 km dan 112 km.
Mengusung semangat "Ngalam Tahes", aksi ini mengajak masyarakat tetap bugar sekaligus sadar akan pentingnya memindahkan risiko finansial akibat kecelakaan kerja ke negara melalui badan penyelenggara.
Editor : Ali Masduki