Jumat, 19 Jun 2026 00:14 WIB

Minim Sosialisasi, Ribuan Blanko KIA Nganggur di Disdukcapil Ponorogo

Kabid Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan (P3) Dispendukcapil Ponorogo Bambang Murjito
Kabid Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan (P3) Dispendukcapil Ponorogo Bambang Murjito

jatimnow.com - Minimnya sosialisasi terkait dengan Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), membuat puluhan ribu blanko yang disediakan 'menganggur'.

Dari angka 30 ribu blanko yang ada, hanya terserap sebanyak 200 an blanko saja. "Ya memang cuma 200 blangko. Padahal yang diberikan oleh kementerian ada 30.000 blanko," kata Kabid Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan (P3) Dispendukcapil Ponorogo Bambang Murjito, Jumat (14/9/2018).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia mengaku, sedikitnya orang tua yang mengurus KIA, bisa jadi karena kurangnya sosialisasi untuk warga. Selama ini, lanjut ia, hanya titip sosialisasi saat ada program lain ke desa ataupun ke kecamatan.

Bambang mengklaim minimnya sosialisasi terbentur masalah anggaran daerah. "Tidak anggaran untuk sosialisasi," katanya.

Meski demikian, pihaknya telah menyediakan counter pelayanan khusus KIA. Diharapkan warga secara mandiri maupun kolektif dapat memanfaatkan pelayanan tersebut.

‘’Syaratnya juga mudah, cuma foto (bagi umur 5 tahun ke atas), fotokopi KTP, KK orang tua, dan akta kelahiran,’’ lanjutnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sejatinya, fungsi KIA menurutnya belum sepenuhnya dibutuhkan untuk wilayah setempat. Kecuali, kata Bambang, untuk kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lain-lain yang secara keuangan daerah telah mendukung.

"Daerah yang memiliki keuangan mumpuni dapat bekerja sama dengan perusahaan ataupun toko perlengkapan sekolah. Jadi dengan KIA, anak dapat potongan harga," ungkapnya.

Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) ini sendiri telah tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 26/2016.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Peraturan tersebut mengarah pada anak-anak mulai bayi lahir hingga 17 tahun kurang sehari disarankan memiliki KIA. Pihak Dispendukcapil tidak menampik animo warganya berkurang lantaran minim sosialisasi.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.