Rabu, 17 Jun 2026 17:31 WIB

2 WNA Diamankan Imigrasi Blitar Gegara Galang Dana Berkedok Bantuan Palestina

Petugas Imigrasi saat merilis hasil operasi Jagratara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas Imigrasi saat merilis hasil operasi Jagratara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Blitar mengamankan 2 warga negara asing (WNA) asal Pakistan karena telah meresahkan masyarakat.

Kedua WNA tersebut berinisial MI (45) dan MA (44). Mereka melakukan aksi penggalangan dana dengan kedok bantuan Palestina.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Aksi penggalangan dana ini dilakukan dengan memaksa warga untuk berdonasi. Namun uang tersebut ternyata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keduanya. Mereka terjaring dalam operasi Jagratara.

Kepala Kantor Imigrasi Blitar, Arief Yudistira mengatakan dari hasil pemeriksaan, keduanya masuk Indonesia pada bulan Januari lalu. Mereka menggunakan visa kunjungan dan memperbarui izin tinggal di Jakarta.

Keduanya juga diketahui sempat bepergian ke sejumlah kota untuk melakukan penggalangan dana, di antaranya Bandar Lampung, Malang, Pasuruan dan Tulungagung.

"Jadi modusnya mereka mengaku memiliki sebuah madrasah di Pakistan dan menggalang dana untuk sumbangan ke Palestina," ujarnya, Selasa (07/05/2024).

Aksi penggalangan dana ini dilakukan dengan cara kasar. Keduanya menyasar pengurus takmir masjid, yayasan hingga lembaga penyalur zakat.

Dalam beraksi, mereka memaksa warga memberikan donasi hingga Rp500 ribu. Warga yang resah lalu melaporkan perbuatan kedua WNA ini ke pihak imigrasi.

"Kita langsung melakukan pelacakan dan berhasil menangkap keduanya di wilayah Kanigoro," tuturnya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Dari hasil pemeriksaan, kedua WNA ini mengaku sejak beroperasi bulan Januari lalu hingga kini mereka mampu mendapatan donasi hingga Rp263 juta.

Sebagian uang tersebut dikirim ke madrasah di Pakistan. Sedangkan sisanya mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Dalam menjalankan aksinya, mereka juga mengaku uang donasi diperuntukkan untuk menjilid Al-Quran Braille. Namun kedua WNA tersebut tidak dapat membuktikannya.

"Barang bukti yang kami amankan diantaranya uang tunai sebesar Rp40 juta dalam bentuk pecahan rupiah, dollar dan reyal," jelasnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Pihak imigrasi sendiri saat ini masih melakukan kajian untuk menjerat kedua WNA tersebut. Mereka juga menelusuri sponsor yang menjamin kedatangan keduanya.

Untuk sementara, kedua WNA ini akan menjalani penahanan di Kantor Imigrasi Kas II Non TPI Blitar.

"Kita masih lakukan kajian atas penangkapan kedua WNA tersebut," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.