Senin, 15 Jun 2026 20:50 WIB

UMM Gelar Deklarasi dan Diskusi Konflik Israel-Palestina di Malang

  • Penulis : Gerhana
  • | Selasa, 07 Mei 2024 18:01 WIB
Kegiatan deklarasi dan diskusi konflik Palestina dan Israel pada Selasa (7/5/2024) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Kegiatan deklarasi dan diskusi konflik Palestina dan Israel pada Selasa (7/5/2024) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar deklarasi dan diskusi konflik Palestina dan Israel pada Selasa (7/5/2024).

Ratusan civitas akademika hadir dan memberikan dukungan berupa donasi, pemikiran, dan semangat agar Palestina dapat segera lepas dari konflik yang berkepanjangan.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Acara ini juga dilaksanakan serentak oleh 172 perguruan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia dalam waktu yang sama.

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan, bahwa diskusi dan deklarasi ini mencoba memberikan berbagai perspektif akan tragedi kemanusiaan di Palestina.

Menurutnya, dukungan akan lebih bagus lagi jika memahami konsep dan hal yang sedang terjadi. Apalagi, Indonesia memang tidak mengamini kekerasan antar manusia.

Pihaknya juga mengambil sikap tegas memberi dukungan untuk Palestina, misalnya dari segi finansial hingga kemanusiaan.

"Bagaimana kita seharusnya bersikap dan melihat konflik Palestina-Israel dari berbagai perspektif. Sehingga bisa mendapatkan gambaran secara eksplisit tentang hal ini," jelas Prof Nazaruddin Malik, Selasa (7/5/2024).

Diskusi juga turut hadir Pradana Boy ZTF, Ph.D. yang turut memberikan materi. Menurutnya, meski Indonesia memiliki banyak ideologi keagamaan, namun konflik yang terjadi di Palestina benar-benar bisa menyatukan mereka.

Sayangnya, dukungan besar ini tidak dibarengi dengan pemahaman konflik yang cukup. Berbagai upaya juga sudah dilakukan oleh masyarakat, termasuk dari sederet ormas yang ada.

Dia menyebut, misalnya saja, Muhammadiyah yang sudah memberi bantuan finansial ke Palestina sebesar Rp45 miliar yang terkumpul melalui Lazismu.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Kemudian, juga memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para pengungsi Palestina, hingga memperkuat dan pemberdayaan ekonomi.

"Selain itu, ada pula Nahdatul Ulama (NU) yang turut berkontribusi mendukung kebebasan Palestina. Misalnya saja dengan 7 statement tentang posisi NU, bantuan dana, dan dukugan narasi di media sosial untuk mendukung Palestina," katanya.

Boy juga menjelaskan beberapa tantangan dalam dukungan pada Palestina. Di antaranya, pemahaman yang cukup akan konsep dukungan dan konflik, kurangnya persatuan sikap politik dari negara-negara muslim, hingga penyediaan dukungan substansial yang fokus pada solusi permasalahan.

Sementara itu, Haryo Prasodjo selaku pakar pemikiran politik Islam mengatakan bahwa konflik Palestina-Israel harus dilihat dari berbagai perspektif, bukan hanya dari aspek agama saja. Namun juga pada sisi politik, militer, ekonomi dan lainnya.

"Apalagi ada juga aktor-aktor internasional yang berkecimpung. Siapa yang memasok rudal atau iron dome? Siapa yang diuntungkan dari konflik di tanah Palestina ini? Hal ini tentu sangat kompleks," katanya.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Ia juga mengatakan, perlu melihat juga dari struktur hubungan internasional. Menurutnya, Palestina dan Israel tidak berdiri sendiri, melainkan terdapat negara-negara yang mendukung mereka.

Misalnya, Indonesia yang selalu siap mendukung Palestina. Begitupun dengan aspek hukum dan konsensus internasional

"Permasalahannya adalah kita berada pada satu sistem bersama, yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di dalamnya, pemegang hak veto kebanyakan adalah negara yang mendukung dan pro Israel. Ini menjadi tantangan yang cukup menantang," ujarnya.

Haryo juga memberikan sederet kunci keberhasilan agar Palestina mendapatkan haknya. Dimulai dengan penguatan struktur internal pemerintahan Palestina.

Kemudian, juga memotong dukungan pendanaan dan politik. Misalnya, dengan memboikot produk pendukung Israel. Begitupun dengan dukungan solid dan konkret dari negara-negara muslim, serta posisi Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan disana.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.