Jumat, 19 Jun 2026 02:00 WIB

Pulang Kampung saat Lebaran, Banyak Istri di Bojonegoro Justru Gugat Cerai Suami

Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Momen spesial di Hari Raya Idul Fitri gagal menyatukan hubungan rumah tangga 134 pasangan suami istri di Bojonegoro. Banyak dari mereka yang justru mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) setempat. 

Ya, banyak pasangan suami istri yang mengajukan gugatan cerai pasca-lebaran ini. Terhitung, di hari kerja pertama sampai ketiga, pada tanggal 16-18 April 2024 ada 134 istri menggugat suami mereka.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik mengatakan, gugatan perceraian rata-rata dilakukan oleh mereka yang pulang dari perantauan, yang justru memanfaatkan momen pulang kampung ini untuk mengurus perceraian. 

"Dalam sehari petugas bisa menerima lebih dari 50 perkas perkara, hingga saat ini tercatat ada sebanyak 134 perkara cerai yang diterima,” ujar Solikin Jamik, Sabtu (27/4/2024).

Sementara, selama bulan Januari hingga April tahun ini, tercatat ada sebanyak 852 warga yang mengajukan cerai, di antaranya 642 cerai gugat atau yang mengajukan pihak istri, serta 210 cerai talak atau yang diajukan oleh pihak suami.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

“Data terakhir mulai dari Januari sampai saat ini (april) ada 852 warga yang mengajukan cerai baik cerai gugat dan cerai talak,” jelasnya.

Jumlah pengajuan perkara cerai itu, disebut Sholikin Jamik mengalami peningkatan dibandingkan data selama empat bulan pertama di tahun 2023 lalu. 

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Adapun rata-rata faktor yang mendominasi para pasangan mengajukan perceraian adalah karena faktor ekonomi. Mereka keseharian bekerja di pabrik yang punya masalah dengan keluarganya.

“Sehingga saat pulang ke kampung halaman (Bojonegoro) mereka sekalian mengajukan cerai,” pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.