Selasa, 16 Jun 2026 13:47 WIB

BLK Kediri Sambat Butuh Peremajaan Alat, Ini Solusi Komisi E DPRD Jatim

  • Penulis :
  • | Selasa, 23 Apr 2024 14:45 WIB
Komisi E DPRD Jatim  saat kunjungan kerja ke UPT BPK Kediri, Selasa (23/4/2024). (Foto: Setadi for jatimnow.com)
Komisi E DPRD Jatim saat kunjungan kerja ke UPT BPK Kediri, Selasa (23/4/2024). (Foto: Setadi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri sambat penggunaan mesin-mesin yang dianggap usang dan tidak efisien. Komisi E DPRD Jatim siap mengawal solusi kebutuhan BLK Kediri.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana menerangkan bahwa kebutuhan peralatan yang baru bukan kunci utama keberhasilan BLK. Baginya kebutuhan peralatan modern yang diharapkan itu untuk perusahaan yang besar.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Tidak semua bisa update peralatan di BLK Kediri. Tetapi, setidaknya kita kombinasikan ada yang modern dan ada yang minimalis. Karena proses di BLK ini proses belajar, bukan proses menghasilkan," tegas Renny saat kunjungan kerja ke UPT BPK Kediri, Selasa (23/4/2024).

Renny berpendapat bahwa pembaruan peralatan tidak selalu merupakan solusi terbaik, terutama jika peralatan yang sudah ada masih dapat digunakan dengan baik. Terpenting yakni untuk mempertimbangkan efisiensi penggunaan sumber daya dalam pengadaan peralatan baru.

"Jika peralatan yang sudah ada masih dapat mendukung kegiatan pelatihan dengan baik, maka penggantian peralatan baru tidaklah diperlukan," kata Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Renny justru menekankan pentingnya pada pembaruan kurikulum dan peningkatan kualitas pelatihan, daripada hanya memperhatikan aspek peralatan fisik.

"Pembaruan kurikulum dan pendekatan pelatihan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan keterampilan peserta pelatihan," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Renny juga menyoroti urgensi untuk memastikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh BLK Kediri tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

"Ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia industri, dan lembaga pelatihan untuk memastikan bahwa keterampilan yang diajarkan sesuai dengan permintaan industri," bebernya.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

Dengan demikian, lanjut Renny, pendekatan yang bijak dalam mengelola peralatan di BLK Kediri adalah dengan mengevaluasi kebutuhan aktual. Memperbaiki peralatan yang ada jika diperlukan, dan fokus pada pembaruan kurikulum dan peningkatan kualitas pelatihan sebagai upaya untuk mempersiapkan tenaga kerja yang handal dan kompeten.

Sementara itu, Kepala UPT BPK Kediri, Wahyu Suryo saat menerima rombongan Komisi E DPRD Jatim memang membeberkan keluhan beberapa peserta pelatihan menyatakan bahwa mesin-mesin yang digunakan sering mengalami kerusakan dan tidak mendukung pembelajaran yang optimal.

"Ini yang menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas pelatihan yang diberikan oleh balai kami," ungkapnya.

Wahyu berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan kerja untuk bisa menghasilkan tenaga kerja siap pakai di dunia kerja. Sisi lain, BLK Kediri terus bekerja sama dengan Pemda untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga: Puluhan Pencari Kerja Mendapat Pelatihan di UPT BLK Tulungagung

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Komisi E atas perhatian dan dukungannya kepada BLK kediri. Dengan kunjungan ini dapat lebih memahami kondisi dan kebutuhan kami agar bermanfaat memberikan kemajuan di BLK Kediri," ungkapnya.

Diakui Wahyu, peralatan di BLK Kediri belum ada peremajaan sejak tahun 2014 silam.

"Meski demikian, kami terus berusaha agar bisa mengikuti perkembangan teknologi," imbuhnya.

Pihaknya mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menghambat pembaruan peralatan. Namun, ia berkomitmen untuk mencari solusi agar pelatihan yang diselenggarakan tetap relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.