Senin, 15 Jun 2026 17:07 WIB

Perda Kemiskinan Surabaya Disahkan, DPRD Minta Pemkot Segera Terbitkan Perwali

Pengesahan perda kemiskinan yang disahkan DPRD Surabaya saat Sidang Paripurna (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pengesahan perda kemiskinan yang disahkan DPRD Surabaya saat Sidang Paripurna (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang kemiskinan kini sudah disahkan. DPRD Surabaya, mendorong pemerintah kota agar segera menerbitkan peraturan wali kota (perwali) agar perda ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh warga. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyampaikan, perda ini mulanya merupakan perda inisiatif DPRD. Perda ini dirancang agar permasalahan kemiskinan bisa teratasi dengan baik di Surabaya. Hal ini menurut dia merupakan bentuk komitmen DPRD dalam penanggulangan kemiskinan ini. 

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Bicara kemiskinan ini bicara tentang penuntasan. Penuntasan ini berarti bagaimana akurasi data dan updating data ini sangat penting. Kemudian bagaimana seluruh sumber daya kota itu bisa dioptimalkan untuk menangani kemiskinan," kata Reni, Senin (23/4/2024)

Hingga saat ini, angka kemiskinan menurut Reni memang sudah mengalami penurunan. Tapi fakta di lapangan, dewan menurut dia masih sering mendapat aduan terkait kemiskinan. Bahkan ada juga yang kondisinya terbilang miskin, tapi belum mendapat intervensi dari pemerintah kota. 

"Fakta-fakta seperti ini masih ada meskipun memang mengalami penurunan. Perda ini diharapkan penurunan kemiskinan bisa signifikan tidak hanya secara data tapi fakta juga menunjukkan terentaskan," ucap dia.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Legislator dari Fraksi PKS ini mendorong agar pemerintah kota bisa segera menerbitkan perwali terkait petunjuk teknis perda tersebut. Sehingga, perda ini bisa memberikan dampak yang signifikan dan dapat dirasakan langsung oleh warga Kota Pahlawan. 

Di sisi lain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, berkat kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif, angka kemiskinan di Surabaya saat ini turun drastis. Termasuk angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan stunting pun menurut dia turun drastis. 

"Dari hasil itu, kemiskinan turunnya drastis. Sehingga dari langkah kerja sama ini kami punya perda. Sehingga pada tahun-tahun berikutnya kita punya payung hukum terkait langkah-langkah apa yang akan kita ambil," ucap Eri. 

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Eri menambahkan, dengan diresmikannya perda ini, harapannya angka kemiskinan bisa semakin ditekan lagi. Eri menjelaskan, sejak pandemi covid-19, angka kemiskinan terus menunjukkan penurunan. Dia menyebut, pada saat itu angka kemiskinan di Surabaya bertengger di angka 11 persen. 

"Sekarang turun menjadi 6 koma sekian persen. Kemiskinan ekstrem 0,2 persen. Jadi langkah-langkah kita ini kan sudah pas. Karena itu saya berharap apa yang menjadi masukan DPRD dan langkah yang dilakukan pemerintah kota bisa menyatu dalam perda ini," ujarnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.