Rabu, 17 Jun 2026 23:01 WIB

Tahun 2025 Hasil Opsen Pajak Kendaraan Tak Lagi Dikelola Pemprov Jatim

Suasana pembayaran pajak kendaraan di Samsat Manyar Surabaya. (Foto: dok. jatimnow.com)
Suasana pembayaran pajak kendaraan di Samsat Manyar Surabaya. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Tahun 2025 nanti pembayaran opsen pajak kendaraan tak lagi dinaungi oleh Pemprov Jatim, atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Ada kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat tentang hubungan keuangan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Baca Juga: Puluhan Ribu Kendaraan Bermotor di Tulungagung Telat Bayar Pajak

Opsen pajak yang dimaksud meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Kebijakan itu telah disahkan dalam sebuah undang-undang. Alhasil, dari pengelolaan opsen pajak tersebut Pemkab atau Pemkot di Jatim akan memiliki tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) per tahun.

Misalnya Surabaya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Febrina Kusumawati menjelaskan jika PAD pajak kendaraan bisa ditangani langsung Pemkot, akan ada tambahan keuangan yang cukup besar yang masuk kas daerah.

"Jadi opsen pajak berlaku mulai Januari tahun 2025. Ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD)," kata Febrina, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga: Operasi Pajak Kendaraan Bermotor di Surabaya, Penunggak Hanya Ditegur

Febrina mengatakan, dari opsen pajak yang dikelola daerah tersebut, Surabaya akan mendapatkan tambahan sekitar Rp1 trilun pertahunn. Artinya, opsen pajak ini akan menjadi penyumbang PAD terbesar ketiga setelah Pajak Bumi dan serta (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Tapi masih dalam monitor pemerintah provinsi. Seperti dulu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) di Kantor Pajak Pratama kemudian dipindahkelolakan ke kabupaten/kota," jelasnya.

Kebijakan baru ini menjadi angin segar bagi Pemkot Surabaya. Tentunya, jika semakin banyak kendaraan berpelat L (Surabaya) maka akan semakin banyak pajak yang diterima Kota Pahlawan.

Baca Juga: Hari Jadi Jatim ke-80, Program Pembebasan Pajak Kembali Dibuka

Pihaknya optimis tambahan opsen pajak sebesar Rp1 triliun per tahun itu dapat membantu keuangan secara lebih. Mengingat, jumlah ini meningkat signifikan dari penerimaan dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor sebelumnya yang berkisar Rp400 miliar.

"Kalau hitungan kasar, opsen pajak nanti menjadi kurang lebih Rp1 triliun. Kalau dulu kan masuk dana bagi hasil, sekitar Rp400 miliar. Kalau nanti menjadi sekitar Rp1 triliun, maka ada penambahan sekitar Rp600 miliar," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.