Minggu, 21 Jun 2026 10:17 WIB

Angka Kecelakaan di Jatim Turun Selama Operasi Ketupat Semeru 2024

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat menyampaikan rilis di Polda Jatim. (Foto: Polda Jatim/jatimnow.com)
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat menyampaikan rilis di Polda Jatim. (Foto: Polda Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Imam Sugianto, menyebut pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 di wilayahnya berjalan sukses. 

Hal itu dibuktikan dengan menurunya jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lantas. Sejumlah tol juga relatif kondusif dengan tidak adanya kemacetan yang berarti.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Alhamdulillah selama operasi tidak ada kemacetan yang parah, jikapun ada tetap mengalir, seperti di daerah Jombang Mengkreng yang sedikit macet, untuk tol relatif kondusif, lengang tidak ada kemacetan," ujar Irjen Imam dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Rabu (17/4/2024).

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 ini pihaknya melibatkan 16.385 personel, yang terdiri dari 1.460 personel dari Satgas Polda dan 7.757 personel dari satgas wilayah. 

Keberhasilan dalam pelaksanaan operasi ini, lanjut Imam, tak terlepas dari peran seluruh stakeholder terkait, khususnya peran masyarakat yang mulai sadar untuk tertib berlalulintas. 

"Apresiasi setinggi-tingginya khususnya atas dedikasi, kontribusi, kolaborasi, dan kerjasama serta perhatian yang telah diberikan dalam mengamankan dan menyukseskan PAM Lebaran 2024 yang Alhamdulillah berjalan aman, lancar, dan tertib," sambungnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Lebih detil, Imam mengungkapkan selama Operasi Ketupat Semeru 2024 kejadian laka lantas turun 43 persen. Jika di 2023 ada 1.055 kasus, di 2024 ini hanya terjadi 604 kasus.

Sementara, gangguan kamtibmas atau tindak kejahatan secara umum juga mengalami penurunan 28,79 persen. Dimana pada 2023 terjadi 1.900 kasus, dan pada tahun 2024 terjadi 1.353 kasus. Untuk pelanggaran di 2023 ada 92 kasus, 2024 ada 52 kasus, presentase turun 41,3 persen.

"Untuk gangguan ketertiban umum 2023 ada 47 kasus, 2024 ada 47 kasus, bencana alam 2023 ada 8 kasus, 2024 ada 6 kasus, turun 25 persen," terang Imam.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

"Untuk kasus menonjol bisa kita kategorikan hampir tidak ada," tambahnya

Namun demikian, Kapolda Jatim mengakui adanya kejadian-kejadian gangguan kamtibmas di beberapa wilayah seperti di Bangkalan dan Sampang namun sudah langsung ditangani dengan baik. 

"Termasuk ada ledakan mercon terjadi di Bondowoso korban 2 orang tapi tidak meninggal dunia. Untuk motifnya kelalaian," pungkasnya. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.