Kamis, 18 Jun 2026 08:06 WIB

Pengamat Yakin Gus Muhdlor Urung Maju Pilkada Sidoarjo usai jadi Tersangka KPK

Potret pengamat politik Nanang Haromain. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Potret pengamat politik Nanang Haromain. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengamat politik Sidoarjo, Nanang Haromain memberikan tanggapan terkait penetapan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagi Nanang, penetapan Gus Muhdlor sebagai tersangka kasus pemotongan dan penerimaan insentif ASN di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo ini mampu menunjukkan supremasi hukum KPK yang selama ini dianggap lemah.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin dan 9 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK

"Ini memberikan kabar bagus serta apresiasi untuk KPK yang sudah menunjukkan supremasi hukumnya bahwa selama ini KPK dianggap cenderung lemah dan tidak serius dalam menangani persoalan dugaan korupsi Gus Bupati, tapi dengan pernyataan hari ini menutup ruang spekulasi liar yang selama ini muncul," ucapnya kepada jatimnow.com, pada Selasa (16/4/2024).

Ia melanjutkan dengan begitu akhirnya masyarakat mempunyai harapan kepada KPK yang tetap independen.

“Ketidakpastian situasi tidak jelas akhirnya menjadi clear tinggal kita hormati lagi proses hukum selanjutnya, itu yang bisa sata sampaikan untuk saat ini," terangnya.

Lebih lanjut, Nanang memaparkan terkait situasi selanjutnya mengenai pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sidoarjo yang akan berlangsung November mendatang.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Tulungagung Nonaktif, KPK Periksa 9 Saksi di Polda Jatim

Dia yakin Gus Muhdlor urung maju karena beban politik yang ia tanggung saat ini.

"Terkait proses pencalonan saya yakin kalau dengan status tersangka kemungkinan tidak akan maju lagi di konstetasi pilkada karena berat dengan status hukum saat ini, secara moral akan menjadi beban politik yang sangat luar biasa, elektabilitasnya saya yakin pula pasti turun drastis setelah pasca penetapan tersangka ini," tegas Nanang.

Menurut Direktur Media Survey Indonesia (MSI) dan Founder Institute Research  Public Development (IRPD) ini, bupati terpilih dalam Pilkada Sidoarjo 2024 nantinya pasti mempunyai visi dan misi dalam membawa Sidoarjo ke arah yang lebih baik. 

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung Non Aktif dan Ajudannya

"Bagaimana legacy yang sudah ditinggalkan Gus Muhdlor tetap menjadi suatu tolak ukur pembangunan yang sudah melangkah sejauh ini dan dianggap bagus oleh masyarakat dengan banyak pihak yang mengapresiasi," ujarnya.

Nanang menyakini bupati terpilih nantinya juga akan mempunyai standar yang harus lebih baik dari jaman Gus Muhdlor untuk kemajuan Sidoarjo.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.