Minggu, 21 Jun 2026 22:07 WIB

Tim SAR Susur Sungai Kedak, Cari Lansia yang Hilang Akibat Banjir Kota Kediri

  • Penulis :
  • | Jumat, 12 Apr 2024 18:02 WIB
Pencarian korban hilang di Sungai Kedak. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pencarian korban hilang di Sungai Kedak. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Basarnas Pos SAR Trenggalek menyusuri Sungai Kedak, pada Jumat (12/4/2024) untuk mencari lansia warga Wilis Indah II H Raya Nomor 7 RT 1 RW 6 Kelurahan Pojok Mojoroto yang hilang saat banjir, Kamis (11/4/2024) malam.

Bersama BPBD Kota Kediri, Dantim Ops Basarnas Pos SAR Trenggalek I Dewa Nyoman Arya Astaman mengatakan, pihaknya menerjunkan sekitar 10 personel untuk menyusuri sungai sejauh 500 meter.

Baca Juga: Fenomena Bediding Melanda Kediri Raya, Tingkatkan Risiko ISPA

Saling terikat tali, tim memastikan setiap sisi sungai yang dipenuhi tumpukan ranting pohon. Sesekali mereka menyelam untuk memastikan keberadaan Haryono Adi Wiyono (81), yang hanyut saat mengejar tempat sampah tersebut.

“Kita sementara ini menggunakan teknis rantai manusia atau susur sungai. Kita terjunkan sekitar 10 personel untuk menyusur dalam konteks 500 meter,” kata Dewa Arya, Jumat (12/4/2024).

Dalam pencarian hari pertama ini, tim belum menemukan korban. Namun, hujan turun sekitar pukul 15.30 WIB sehingga pencarian dihentikan.

“Penyisiran sungai ini tadi hasilnya masih nihil. Kendalanya adalah cuaca, bisa dilihat pada saat ini sudah mulai turun hujan. Jadi, kita menyesuaikan perkembangan cuaca. Kalau hujan takutnya teman-teman yang susur sungai dapat air kiriman malah berbahaya,” jelas Dewa.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Saat ini tim telah kembali ke pos SAR di balai RT untuk melakukan evaluasi. Selanjutnya pencarian akan kembali dilakukan untuk segera menemukan korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban itu.

Sebelumnya, Haryono Adi Wiyono seorang lansia warga Wilis Indah II H Raya Nomor 7 RT 1 RW 6 Kelurahan Pojok Mojoroto hilang saat banjir menerjang perumahannya.

Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (11/4/2024) sekitar pukul 17.32 WIB. Saat itu dia terlihat mengejar tempat sampah yang hanyut, namun tak kembali.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

“Jadi berdasarkan CCTV ini bisa dipastikan korban hanyut. Karena CCTV ini batasnya ya parit menuju sungai itu, jadi kalau tidak terlihat berarti masuk ke sungai,” kata Mukhlason.

“Sampai hari ini, korban juga tidak kembali ke rumah,” tambahnya.

Keyakinan lain adalah besi pembatas sungai yang rusak. Pihaknya menduga korban sempat berpegangan tangan di besi ini saat air menarik tubuhnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.