Kamis, 18 Jun 2026 21:53 WIB

Pj Wahyu Hidayat Napak Tilas 6 Tempat Bersejarah di Peringatan HUT Kota Malang

  • Penulis : Gerhana
  • | Selasa, 02 Apr 2024 11:06 WIB
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berkeliling Kota Malang saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kota Malang pada Senin (1/4/2024), kemarin. (Foto: Prokopim Pemkot Malang)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berkeliling Kota Malang saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110 Kota Malang pada Senin (1/4/2024), kemarin. (Foto: Prokopim Pemkot Malang)

jatimnow.com - Ada rangkaian kegiatan baru yang diadakan pada peringatan HUT Kota Malang ke-110 tahun. Hal ini untuk mengingatkan kembali jejak sejarah di Kota Malang.

Usai pelaksanaan upacara, Senin (1/4/2024), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengajak seluruh kepala perangkat daerah napak tilas dengan mengendarai bemo roda tiga.

Baca Juga: Pemkot Malang Pastikan Stok BBM dan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

Wahyu dan jajarannya berkeliling kota mengunjungi 6 tempat, yaitu Stasiun Kotabaru, Gedung KNPI, Kantor Bank Indonesia, KPPN, Alun-alun Merdeka, dan Gedung Kesenian Gajayana yang sempat dikunjunginya beberapa waktu lalu.

Dari 6 tempat ini, orang nomor satu di Pemkot Malang itu terlihat ingin menggali banyak informasi sejarah yang cenderung banyak terlupakan. Hal itu sesuai dengan yang pernah diutarakannya tentang keinginannya mengenang kembali sejarah-sejarah lama Kota Malang.

Hasilnya, banyak pencerahan yang didapatkan dari napak tilas itu. Ditemui di lokasi terakhir di gedung kesenian Gajayana, Wahyu dengan didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang dan Kadisdikbud Kota Malang, Wahyu menjelaskan alasannya melaksanakan napak tilas ini.

"Tujuan utamanya tentu dalam memperingati HUT Kota Malang, ASN dan masyarakat harus mengetahui sejarah yang sebenarnya, jadi lebih pas kalau merayakan dengan tahu bagaimana cerita sejarah Kota Malang yang sebenarnya," kata Wahyu, Senin (1/4/2024).

Wahyu bercerita saat mengunjungi Kantor Bank Indonesia dan KPPN. Dia menyimpulkan ada keterkaitan erat cerita sejarah yang dia dapatkan dengan asal usul hari ulang tahun Kota Malang tanggal 1 April.

Wahyu juga mengamati saat di KPPN ada pegawai yang menggunakan pakaian Kolonial di peringatan HUT Kota Malang ini.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jalan Kaki, Ada Komando Keselamatan Bangsa di Balik Isyaroh NU

"Banyak informasi yang saya dapatkan, tadi disana (Kantor BI dan KPPN) ceritanya punya keterkaitan, dan ada hubungannya dengan dipilihnya tanggal 1 April sebagai hari ulang tahun Kota Malang, "jelasnya.

"Tadi saat di KPPN, ada pegawai yang mengenakan pakaian kolonial, dan ada benarnya karena 1904 ini Kota Malang kan ada di masa penjajahan bukan lagi masa kerajaan, nah fakta ini juga perlu untuk diketahui oleh semuanya," sambung Wahyu.

Selain itu, Wahyu juga sedikit bernostalgia dengan Gedung Kesenian Gajayana yang dipilih sebagai lokasi terakhir napak tilas. Wahyu mengatakan gedung yang punya sejarah ini perlu untuk dihidupkan lagi.

Oleh karena itu, Wahyu menggagas, rencananya resepsi HUT Kota Malang yang ke-110 ini nantinya bisa ditempatkan di gedung yang dulu bernama Cendrawasih ini.

Baca Juga: Napak Tilas Jenderal Soedirman Kediri-Bajulan Kembali Digelar Setelah 7 Tahun Vakum

"Saya menikmati jadi seperti bernostalgia dengan masa kecil dulu, nah termasuk gedung kesenian ini. Dulu kan banyak pertunjukan kesenian disini, tapi sekarang sudah tidak pernah digunakan, padahal gedung ini punya sejarah. Rencananya nanti resepsi HUT akan dilaksanakan disini, harapannya gedung ini bisa seperti dulu lagi," jelasnya.

Dari Napak tilas ini, Wahyu berharap kedepan apa yang dilakukannya ini tetap dilanjutkan. Wahyu mengatakan, masyarakat perlu mengetahui cerita Kota Malang ini agar kecintaannya kepada Kota Malang ini semakin besar sehingga dengan kecintaan itu masyarakat dapat turut serta mensukseskan program dan kebijakan pembangunan di Kota Malang.

"Harapannya hal ini (napak tilas) bisa terus dilanjutkan. Semakin tahu sejarah Kota Malang, mudah-mudahan kecintaan masyarakat terus bertambah. Dan kecintaan itu bisa diwujudkan dengan ikut mensukseskan program dan kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Malang," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.