Sabtu, 20 Jun 2026 07:06 WIB

Ratusan Warga Pacitan Turun ke Jalan, Ramaikan Tradisi Rontek Gugah Sahur

Tradisi rontek di Pacitan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Tradisi rontek di Pacitan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabupaten Pacitan memiliki tradisi unik menjelang sahur. Setiap tahun, ratusan warga dari berbagai desa turun ke jalan untuk melakukan tradisi rontek gugah sahur.

Ratusan pemuda dari berbagai desa di Pacitan berkumpul dan berjalan kaki di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Gatot Subroto. 

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Mereka membunyikan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dengan tujuan membangunkan warga untuk sahur.

Rontek gugah sahur merupakan salah satu bentuk tradisi khas Pacitan yang telah berlangsung sejak lama. Rontek adalah seni tradisional Pacitan yang menggunakan alat musik bambu dan gamelan untuk menghasilkan suara yang merdu.

Tradisi rontek gugah sahur dilakukan pada dini hari selama bulan Ramadan dengan tujuan membangunkan warga untuk sahur. Biasanya, kegiatan ini dimulai sekitar pukul 02.00 hingga 03.00pagi dan diikuti oleh anak muda dari berbagai desa.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Salah satu peserta rontek gugah sahur, Wawan Setiawan, berasal dari Desa Arjowinangun dan menyatakan bahwa tradisi ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Mereka mulai persiapan sejak dini hari dan kembali ke rumah setelah aktivitas selesai untuk bersahur.

"Tradisi ini sangat berarti bagi kami. Kami senang bisa berpartisipasi dan menjaga keberlangsungan budaya kami," ujarnya.

Tri Agung, seorang warga lainnya, juga menyambut baik kegiatan ini karena meningkatkan perekonomian lokal. Kehadiran banyak orang di pusat kota membuka peluang usaha bagi pedagang lokal.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

“Banyak yang berjualan karena tempatnya ramai berkat kegiatan rontek gugah sahur,” tambahnya.

Selama pelaksanaan tradisi rontek gugah sahur, aparat gabungan setempat memberikan pengamanan ketat untuk mencegah terjadinya bentrokan antar massa.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.