Kamis, 18 Jun 2026 08:35 WIB

Begini Jadinya saat 7 Remaja Sok Jagoan di Lamongan Hadang Polisi Cari Sahur

Kawanan remaja diamankan Polres Lamongan usai melakukan aksi sok jagoan saat jam sahur. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kawanan remaja diamankan Polres Lamongan usai melakukan aksi sok jagoan saat jam sahur. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polisi mengamankan 7 remaja pembuat onar saat sahur di Lamongan. Lucunya, kejadian ini terungkap karena kecerobohan para pelaku.

7 remaja tanggung tersebut berniat berbuat onar dengan mencari musuh layaknya koboi jalanan. Apesnya, saat beraksi bukanya bertemu sesama kelompok remaja mereka malah bertemu polisi yang sedang mencari sahur.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Mereka tak menyadari bahwa 2 anggota Samapta yakni Bripda Fiqih dan Bripda Abdi adalah anggota kepolisian, sebab kedunya tak memakai baju dinas.

Kejadian bermula, pada Senin (25/3/2024) pulul 02:30 saat kedua anggota polisi tersebut berniat mencari makan sahur sesampainya di Alun-alun Lamongan tepatnya depan Majid Agung, keduanya dihadang oleh sekitar 7 orang remaja.

Mengetahui hal tersebut keduanya lantas tak melawan dan ingin memancing apa yang ingin dilajukan para kawanan ABG ini.

Setelah berhenti, kawanan remaja tersebut langsung mematikan motor dan mengepung kedua polisi tersebut. Sambil membawa kayu untuk mengintimidasi, mereka menyanyakan asal-usul kedua polisi dan apakah ikut salah satu perguruan silat.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Tak cukup disitu, mereka juga membentak dan bertanya dengan nada kasar terhadap dua polisi tersebut.

Kemudian, saat mendengar jawaban bukan anggota perguruan silat kedua polisi tersebut dilepaskan. Atas tindakan tersebut, petugas piket kemudian mencari 7 remaja aksi sok jagoan itu.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi Nur Cahya mengungkapkan bahwa ada sekitar 7-8 remaja dan kini masih diperiksa dan didata.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Mereka dilakukan pembinaan agar tidak membuat ulah yang meresahkan," kata Andi seraya menyebut bahwa remaja itu berasal dar Karanggeneng.

Mereka ada yang masih dibawah umur dan adan sudah di atas 18 tahun. Pihaknya belum bisa memastikan apakah orang tuanya akan dihadirkan atau tidak.

"Ini masih dalam penanganan reskrim," kata Andi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.