Jumat, 19 Jun 2026 23:40 WIB

Madumongso Masih jadi Jajanan Primadona di Ponorogo, Begini Cara Bikinnya

Madumongso khas Ponororogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Madumongso khas Ponororogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meskipun masuk dalam kategori jajanan jaman dulu (Jadul), Madumongso tetap menjadi primadona di kalangan warga Kabupaten Ponorogo. Terutama saat menyambut hari Lebaran.

Salah satu produsen madumongso di Ponorogo, Supriati, mengaku mengalami lonjakan pesanan yang signifikan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia memproduksi madumongso di dapur kecilnya di rumah, yang terletak di Jalan Kawung, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, setiap hari bersama pekerjanya.

Proses produksi madumongso dimulai dengan mencuci ketan hitam dan ketan putih, kemudian merendamnya dalam air hangat selama satu hari satu malam.

Setelah itu, ketan tersebut dikukus dua kali dan difermentasi selama dua hari hingga menjadi tapai. Tapai tersebut kemudian dicampur dengan santan, gula merah, dan gula putih, lalu dimasak di atas kompor selama dua jam sebelum diangkat.

"Pada Lebaran tahun lalu, saya berhasil menjual 1,5 ton atau 1.500 kilogram madumongso. Dan tahun ini, dalam waktu sepekan, sudah terjual 150 kilogram," ungkap Supriati.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia mengatakan bahwa pesanan madumongso mulai diterima sebelum bulan puasa, sehingga dia mulai memproduksi sejak awal bulan Ramadan.

"Harga madumongso buatannya Rp135 ribu per kilogram. Penjualannya tidak hanya di Ponorogo, tetapi juga ada yang pesan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera," tambahnya.

Supriati menjelaskan bahwa pemasarannya dilakukan secara online. Terutama kepada mereka yang pernah tinggal di Ponorogo dan merindukan jajanan jadul masa kecil mereka.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya sendiri, Supriati juga memberdayakan warga sekitar dengan memberikan pekerjaan kepada tetangga untuk membungkus madumongso yang diproduksinya.

"Dengan demikian, selain mendapatkan keuntungan, saya juga dapat membantu warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan tambahan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.