Jumat, 12 Jun 2026 01:14 WIB

Penangkapan Peretas di Surabaya, Penasehat Black Hat Angkat Bicara

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Mar 2018 12:11 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

jatimnow.com - Pasca tiga anggotanya ditangkap Polda Metro Jaya, Minggu (11/3/2018) lalu, Penasehat Surabaya Black Hat (SBH), Zulham Akhmad Mubarrok akhirnya angkat bicara.

Zulham tak menampik, jika KPS (21), NA (21), ATP (21), merupakan anggota yang selama ini aktif di SBH. Namun Zulham memastikan, aksi ke tiga mahasiswa itu, diluar ketentuan organisasi (SBH) yang selama ini diikutinya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Kepada jatimnow.com Zulham menyampaikan, SBH merupakan organisasi biasa yang membahas terkait aspek-aspek IT (informasi dan teknologi).

"Kami berdiri sejak tahun 2011. Saat itu yang memprakarsai ada belasan orang, baik dari Surabaya maupun Malang dan beberapa kota lain di Jawa Timur," sebut pemuda 33 tahun ini.

Lanjut Zulham, hingga saat ini, anggota SBH yang aktif pada forum diskusi terbuka, terdapat sekitar 2000 orang. Sedangkan anggota yang aktif kopi darat di Surabaya, hanya puluhan orang saja.

SBH sendiri sering mendapat job resmi dari instansi-instansi untuk menciptakan hingga mengelola sistem IT mereka.

"Jadi, kegiatan kita, 90 persen adalah kegiatan IT positif. Jika ada yang melakukan pelanggaran UU ITE maupun kriminal lainnya, itu diluar ketentuan kami. Sebab sejak berdiri, kami terapkan aturan tegas di dalam grup," beber Zulham.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Dari ke tiga anggota yang ditangkap, Zulham mengungkapkan jika yang paling lama menjadi anggota SBH adalah KPS. Sementara NA dan ATP menyusul kemudian.

Ke tiga pemuda ini, selama ini aktif dalam proyek-proyek IT di sejumlah instansi. Bahkan ketika ada perang hacker antar negara, SBH selalu pasang badan untuk melakukan proteksi hingga serangan balik.

"Jadi ketika ada hacker dari negara tetangga mencoba menjebol situs-situs resmi milik instansi apapun di Indonesia, kami secara sukarela akan memproteksi, hingga menyerang balik," ulas Zulham.

SBH sendiri dalam aplikasinya di lapangan, memiliki sejumlah komunitas lainnya. Antara lain Indonesian Coder, Malang Cyber Crew, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

"Jadi sekali lagi, 90 persen kegiatan SBH adalah IT secara positif. Sebab kami selalu mengadakan pertemuan rutin untuk mengarahkan para hacker milenial agar dapat mengaplikasikan kemampuannya pada hal yang positif," pungkas pemuda yang tinggal di Malang ini.

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.