Sabtu, 20 Jun 2026 05:37 WIB

2 Anak di Ponorogo Meninggal, Dokter Beber Gejala dan Pencegahan DBD

Dokter spesialis anak RSUD dr Harjono Ponorogo, dr. Kautsar Prastudia Eko Binuko. (Dok: Pribadi)
Dokter spesialis anak RSUD dr Harjono Ponorogo, dr. Kautsar Prastudia Eko Binuko. (Dok: Pribadi)

 

 

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor


jatimnow.com - Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo, dr. Kautsar Prastudia Eko Binuko, mengajak orang tua lebih perhatian di tengah merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mengenali gejala dan langkah pencegahan menurut dr. Kautsar sangat penting untuk meminimalisir dampak dari gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

“Saat ini Ponorogo sedang menghadapi musim pancaroba, yang memunculkan peningkatan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue),” ungkap dr Kautsar, Senin (18/3/2024).

Menurutnya, orang tua perlu waspada terhadap gejala DBD, yang seringkali mirip dengan penyakit lain.

Pertanda pertama adalah demam tiba-tiba dengan suhu yang tinggi, yang berbeda dengan demam bertahap pada penyakit lain.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

“Selain demam, gejala DBD (Demam Berdarah Dengue) juga meliputi nyeri kepala yang hebat,” jelas dr Kautsar kepada jatimnow.com.

Menurutnya, pada anak yang sudah bisa berkomunikasi, dapat ditanyakan apakah mengalami pusing hebat.

dr. Kautsar menegaskan bahwa ketika muncul demam tinggi, orang tua bisa mengasumsikan sebagai potensi gejala DBD dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. 

“Penting juga untuk memastikan anak terhidrasi dengan baik dan memberikan makanan yang berkuah serta buah-buahan yang mengandung banyak air,” tegasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Jika demam tidak turun dalam empat hari, dia menyarankan untuk memeriksa darah anak untuk memastikan tingkat trombositnya. 

“Orang tua tidak perlu ragu untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala yang dicurigai,” bebernya.

Dengan memahami gejala dan langkah-langkah pencegahan, orang tua dapat membantu mencegah dan mengatasi kasus DBD yang dapat berujung fatal seperti yang terjadi pada dua anak di Ponorogo.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.