Sabtu, 20 Jun 2026 18:03 WIB

3 Rumah di Tebing Bengawan Solo Bojonegoro Terancam Longsor, Pemkab Siapkan Relokasi

PJ Bupati Bojonegoro Adrianto bersama jajaran tinjau lokasi longsoran tebing Sungai Bengawan Solo. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
PJ Bupati Bojonegoro Adrianto bersama jajaran tinjau lokasi longsoran tebing Sungai Bengawan Solo. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tiga rumah warga di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro terancam longsor akibat tergerus aliran Sungai Bengawan Solo yang meluap beberapa hari lalu. 

Kepala Desa Sranak Asmadi Usman mengatakan ketiga rumah tersebut milik keluarga Sahdi, Sunarjo dan Joko Umbaran yang berada di RT 01 dan RT 03, RW 01 Desa Sranak. Lokasinya persis berada di atas tebing Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Menurutnya kondisi rumah milik warganya itu sangat menghawatirkan sebab jarak antara rumah dengan bibir sungai tinggal 1 meter. 

"Tempat tinggal keluarga Sunarjo dan Sahdi berada di tebing sungai dengan jarak 1 meter dari bibir sungai, dimensi longsor 20 sampai 50 meter dengan kedalaman 15 meter. Sementara paling parah dialami keluarga Joko Umbaran sebab longsoran sudah sampai ke area dapur," ujar Asmadi, pada sabtu (16/3/2024). 

Khawatir dengan keselamatan warganya, Pemdes Sranak berupaya menyediakan lahan untuk relokasi untuk ketiga keluarga tersebut. 

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

“Kita sudah adakan sosialisasi agar warga terdampak mau pindah,” tutup Asmadi.

Di lain sisi, peristiwa longsoran tebing Sungai Bengawan Solo yang mengancam warga itu direspon langsung oleh PJ Bupati Bojonegoro Adrianto dengan mendatangi lokasi. Dia didampingi Kalaksa BPBD, Kepala Dinas PU SDA, Forpimca Trucuk dan Kades setempat. 

”Saat ini Pemkab sedang memikirkan solusinya agar warga terhindar dari risiko yang membahayakan bila terjadi longsor, karena saat ini kondisinya musim penghujan memiliki resiko tinggi bagi warga yang tinggal di atas tebing sungai bengawan solo,” kata Adrianto. 

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Oleh sebab itu, Adriyanto mengimbau kepada warga agar tetap berhati-hati bila terjadi hujan. Adapun penanganan selanjutnya Pemkab Bojonegoro akan berkoordinasi dengan Pemerintah pusat terkait solusi penanganan apa saja bila terjadi longsor di wilayah bantaran sungai bengawan solo.

”Untuk relokasi itu sudah masuk dan salah satu opsi, saat ini kita sudah memikirkan, Pak Kades sudah menyediakan lahan bagi warga untuk bersedia pindah, nanti akan kita perdalam dan sempurnakan lagi solusi langkah pastinya," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.