Sabtu, 20 Jun 2026 07:17 WIB

Kepala Bayi Putus saat Lahiran, Dinkes Bangkalan: Meninggal 10 Hari Dalam Rahim

Dinkes Bangkalan berikan penjelasan soal kasus kepala bayi putus saat lahiran. (Foto: Fathor/jatimnow.com)
Dinkes Bangkalan berikan penjelasan soal kasus kepala bayi putus saat lahiran. (Foto: Fathor/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang perempuan di Kecamatan Modung, Bangkalan, Mukarromah, melahirkan bayi tak bernyawa tanpa kepala di Puskesmas Kedungdung awal Maret lalu. Kepala bayi tertinggal di dalam rahim ibu.

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, angkat bicara mengenai kasus yang kini tengah dilaporkan ke polisi ini. Nur Chotibah mengatakan, kejadian bermula saat pasien tersebut datang ke Puskesmas Kedungdung dengan kondisi kehamilan berusia 45 minggu.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Jadi HPL nya itu 2 Februari. Pasien datang ke Puskesmas pada 5 Maret jadi usianya sudah 45 minggu dan lebih 4 mingguan dari HPL," ujarnya, Selasa (12/3/2024).

Ia juga mengatakan saat datang ke Puskesmas Kedungdung, tensi darah pasien tinggi mencapai 180. Sehingga hal itu membuat bayi yang ada didalam kandungan mengalami keracunan dari tubuh ibunya.

"Berat bayi 1 kilogram dan mengalami keracunan karena tensi ibunya tinggi sehingga hal itu yang menghambat perkembangan bayi," imbuhnya.

Chotibah menambahkan, pihaknya juga melakukan audit bersama tim IUFD (Intrauterine Fetal Death) dan hasil audit menyatakan bayi meninggal sekitar 7 hingga 10 hari sebelum pasien tiba di Puskesmas Kedungdung pada 5 maret itu.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

"Kondisi bayi meninggal didalam kandungan kurang lebih 10 hari," jelasnya.

Ia juga menyatakan, petugas Puskesmas Kedungdung sudah berusaha merujuk pasien ke rumah sakit di Bangkalan. Namun, sebelum dirujuk pasien mengalami pembukaan dan bayi yang dalam kondisi sungsang itu keluar melalui jalan lahir.

"Bagian bokong bayi itu keluar sehingga petugas melakukan pertolongan pada pasien dan sebelum itu juga sudah disampaikan bahwa bayi sudah tidak ada detak jantung," tambahnya.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Tak hanya itu, kondisi bayi yang sudah mengalami maserasi atau melepuh membuat tubuh bayi lemah dan akibatnya bayi yang sungsang itu bagian kepalanya terputus dan tertinggal di dalam rahim.

"Tubuh bayi juga mulai melepuh atau maserasi sehingga hal itu mengakibatkan kepala bayi tertinggal didalam rahim," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.