Rabu, 17 Jun 2026 13:36 WIB

Warga Lintas Agama Desa Balun Lamongan Buat Ogoh-ogoh Jelang Nyepi

Pemuda lintas agama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan saat membuat patung ogoh-ogoh. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pemuda lintas agama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan saat membuat patung ogoh-ogoh. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan mulai membuat patung raksasa untuk tradisi pawai ogoh-ogoh, untuk perayaan Hari Raya Nyepi.

Uniknya, trasidi ini tak hanya dijalankan oleh umat Hindu di desa tersebut, melainkan juga disemarakan oleh elemen umat Islam dan Kristen.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Sudah sebulan ini kami para pemuda yang berasal dari lintas agama ini bergotong royong membuat ogoh-ogoh," kata Aldo Aldani warga Desa Balun kepada wartawan di sela-sela mengerjakan pembuatan ogoh-ogoh, Selasa (5/3/2024).

Mereka rela merogoh kocek pribadi untuk pembuatan patung ogoh-ogoh ini. Aldo menambahkan bila kegiatan ini rutin dilakukan di Desa Balun dengan sukarela.

"Kami membuat ogoh-ogoh untuk nanti dipakai saat menjelang Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu nanti dan ini memang inisiatif kami sendiri, uang patungan dengan teman-teman," ujarnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Untuk membuat ogoh-ogoh, kata Aldi, bahan utamanya adalah dari bambu yang dianyam sedemikian rupa untuk membentuk sebuah patung yang seperti diinginkan.

Selain itu, kata Aldo, dibutuhkan juga bahan lainnya seperti kertas koran, kertas semen tanah liat dust, lem, isolasi, tisu dan kawat.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Bahan yang susah adalah lust yang semacam tanah liat. Itu biasanya kami beli secara online karena di Lamongan sendiri tidak ada," akunya.

Berdasarkan SKB 3 Menteri, pemerintah telah menetapkan tanggal merah untuk hari libur nasional peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 pada 11 Maret 2024 mendatang, dan cuti bersama peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 pada 12 Maret 2024.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.