Jumat, 19 Jun 2026 06:42 WIB

24 Warga Desa Dukuh Magetan Jalani Perawatan, Diduga Keracunan Gegara Hidangan Syukuran

  • Penulis :
  • | Sabtu, 02 Mar 2024 07:38 WIB
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan warga Desa Dukuh Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan dirawat di Puskesmas Lembeyan usai mengeluh mual, pusing, hingga diare. Diduga mereka mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan syukuran di desa setempat.

Peristiwa ini berawal saat salah satu warga desa setempat, Eko Suprapto, mengundang sejumlah warga untuk menghadiri syukuran 35 hari kelahiran bayi pada Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: Satgas MBG Kota Kediri Gerak Cepat Tangani Dugaan Keracunan di Ketami

Tuan rumah Eko pun menyiapkan hidangan untuk para tamu undangan, yaitu ayam lodho, sayur, kulup, botok, dan pelas. Hidangan itu dimasak oleh ibu kandung Eko, yakni Wiji, adik Eko, yakni Pipit Dwi Handayani, serta Mitun, salah seorang tetangga.

Hidangan itu dibungkus dan dibawa pulang oleh warga. Sampai pada akhirnya, dua jam setelah makan, warga mulai merasakan pusing, mual, muntah hingga diare. Hingga pada Kamis (29/02/2024), puluhan warga tersebut mulai mendatangi Puskesmas Lembeyan untuk berobat.

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Ambil Sampel MBG SMPN 1 Boyolangu, Korban Keracunan Bertambah

"Betul, keracunan massal terjadi di Desa Dukuh Lembeyan. Tidak ada korban jiwa, mayoritas korban sudah menjalani rawat jalan. Kami tidak bisa mengambil sampel makanan karena sudah habis," terang Kapolsek Lembeyan AKP Sunarto, Jumat (1/3/2024).

Sampai saat ini, masih ada lima orang yang menjalani perawatan di Puskesmas Lembeyan. Lantaran, kondisinya masih belum benar-benar stabil. Salah satunya adalah anak dan istri Panut, warga setempat.

Baca Juga: 56 Warga Tulungagung Keracunan Makanan Posyandu

Panut mengatakan, dirinya sendiri juga sempat mengalami keracunan. Namun, dia tak sampai lemas dan sudah bisa dirawat jalan. Namun, anak dan istrinya masih lemas imbas diare, mual, dan muntah.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.