Sabtu, 20 Jun 2026 14:01 WIB

Pemkab Banyuwangi Ciptakan Inovasi Layanan Uji Tanah Berbasis Internet, Apa Itu?

  • Penulis :
  • | Jumat, 01 Mar 2024 08:25 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Foto: dok.jatimnow.com)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Foto: dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berinovasi untuk meningkatkan hasil pertanian dengan layanan uji tanah untuk pemupukan tepat dosis berbasis internet of things (IoT). Layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para petani.

Pada layanan ini, petugas menggunakan alat bernama Jinawa yang dapat mendeteksi unsur hara makro di dalam tanah secara cepat dan real time, seperti unsur Nitrogen (N), fosfor (P), Kalium (K), serta pH tanah.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dengan alat tersebut, petani dapat mengukur jumlah kebutuhan pupuk di lahan pertanian warga, sehingga dapat presisi penggunaannya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan, layanan tersebut merupakan upaya untuk menjaga kualitas tanah. Berdasarkan data dinas pertanian, rata-rata kesuburan tanah di Banyuwangi mulai menurun dengan kadar karbon organik berada di bawah 2 persen.

Baca Juga: Akselerasi Pembangunan Jember, Gus Fawait Lantik Achmad Imam Fauzi Jadi Pj Sekda

Salah satunya, kata Arief, disebabkan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam waktu lama.

“Kami juga terus mendorong petani mulai beralih ke pertanian organik. Selain lebih ramah lingkungan, produk hasil pertanian organik memiliki daya jual tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Bahkan, lanjut Arief, pemerintah terus mendukung pertanian organik dengan melakukan berbagai program. Di antaranya mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik, agen hayati, demplot pertanian organik, hingga memberikan bantuan pupuk organik cair kepada petani.

"Pupuk organik cair yang kita bagikan mencapai 466.636 liter. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan lahan seluas 83.524 ha,” pungkas Arief.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.