Kamis, 18 Jun 2026 10:41 WIB

Ratusan Pesilat di Lamongan Menangis Sungkem Orang Tua

Para pelaku konvoi pesilat menangis saat sungkem dihadapan ortu. (Foto : IG Sekilasberitalamongan)
Para pelaku konvoi pesilat menangis saat sungkem dihadapan ortu. (Foto : IG Sekilasberitalamongan)

jatimnow.com - Ratusan pesilat yang terlibat konvoi yang berujung melukai 3 orang warga di Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, menangis saat sungkem kepada orang tua. Ya, mereka baru diizinkan pulang setelah dijemput orang tua masing-masing.

Polres Lamongan sengaja memanggil orang tua para pelaku untuk memberi himbauan dan syok terapi melalui pendekatan psikologis dan tindakan humanis.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi Nur Cahyo menyebut sebelum pulang para pelaku diminta membuat surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di hadapan orang tua. 

"Ya tadi sore dijemput orang tua masing-masing, termasuk juga pelaku pesilat yang berasal dari luar Kabupaten Lamongan," kata Ipda Andi, Rabu (28/2/2024) sore.

Dalam pemulangan pesilat tersebut, Satuan Bimas Polres Lamongan memberi pengarahan dan wejangan kepada pelaku dan pihak orang tua. Pelaku juga diminta sungkem dan meminta maaf pada ortlang tua.

Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Polres Lamongan Ciduk 40 Pengedar Narkotika

Pada momen tersebut, sebagian pelaku tak kuat menahan air mata dan menangis sejadi-jadinya di pangkuan ortu masing-masing.

"Banyak diantara pelaku yang terlihat menyesal dan menangis saat sungkem memint maaf," kata Andi. 

Baca Juga: Pria Asal Gresik Ajak Anak dan Istri Curi Pompa Air di Lamongan

Sebelumnya, kekacauan terjadi imbas konvoi perguruan silat di Kecamatan Karanggemeng, Lamongan pada Selasa (27/2/2024) petang sampai Rabu (28/2/2024) dini hari. 

160 pesilat beserta 87 kendaraan diamankan pihak kepolisian. Dalam kejadian tersebut tercatat 3 orang dimyatakan sebagai korban dan mengalami luka sayatan senjata tajam.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.