Minggu, 21 Jun 2026 13:20 WIB

Siswa SMAN 3 Surabaya Tolak Perekaman e-KTP, Dispendukcapil: Kamera Kami Bagus

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Kamis, 22 Feb 2024 17:32 WIB
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)
Ilustrasi. (dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya menegaskan bahwa kamera yang dipakai dalam perekaman e-KTP menggunakan kualitas yang terbaik.

Hal itu menanggapi terkait adanya siswa di SMAN 3 Surabaya, yang menolak untuk melakukan perekaman e-KTP karena alasan takut fotonya jadi jelek.

Baca Juga: Aplikasi IKD di Tulungagung Belum Diminati Masyarakat, Ini Kendalanya

"Kamera yang kami gunakan kualitasnya sudah bagus. Asalkan pencahayaannya bagus, hasilnya juga akan bagus," kata Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto pada jatimnow.com, Kamis (22/2/2024).

Eddy mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada sekolah agar siswa yang foto saat melakukan perekaman e-KTP itu, cukup tidak memakai topi, kacamata, tindik, dan softlens.

"Kalau pakai topi, songkok, kacamata, itu nanti tidak akan bisa masuk SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan)," jelasnya.

Dispendukcapil Surabaya saat ini memang sedang menggencarkan program aktivasi dan perekaman e-KTP bagi anak yang berumur 16 dan 17 tahun di semua sekolah se-Surabaya.

"Jadi anak yang berumur 16 tahun sudah bisa melakukan perekaman, nanti ketika sudah umur 17 tahun, bisa langsung kita terbitkan (e-KTP)," ujarnya.

Baca Juga: Dispendukcapil Jember Diserbu Pemohon Layanan usai Libur Lebaran

"Untuk yang saat ini sudah berusia 17 tahun, bisa langsung aktivasi identitas kependudukan digital. Itu yang saat ini kita lakukan, keliling di semua sekolah," imbuhnya.

Eddy menjelaskan, bagi warga Surabaya yang sudah berusia 16 tahun, bisa melakukan perekaman e-KTP di semua layanan yang disediakam Dispendukcapil Surabaya.

"Bagi warga Surabaya yang berusia 16 tahun, saat ini sudah bisa melakukan perekaman di Siola, Mall, dan sekolah-sekolah yang kami datangi," tandasnya.

Baca Juga: Dispendukcapil Banyuwangi Buka di Libur Lebaran, Pemudik Bisa Urus Dokumen

Sebelumnya, peristiwa unik dan memprihatinkan terjadi saat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya melakukan perekeman e-KTP di SMAN 3 Surabaya. Para siswa menolak difoto hanya gara-gara takut fotonya jelek.

Ini tidak hanya siswi, namun para siswa juga menolak. Mereka berdalih tidak siap difoto karena tidak memakai make up. Tentu saja hal ini membuat para guru prihatin, hingga meminta dukungan wali murid untuk mengingatkan anaknya.

"Kemarin (Rabu) wali kelas anak saya memberitahu di grup WA. Tentu saja kami para orang tua juga menyayangkan sikap anak-anak. Jadi kami pun mendukung agar anak-anak mau perekaman e-KTP," ungkap Lina, salah satu wali murid SMAN 3 Surabaya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.