Minggu, 14 Jun 2026 20:35 WIB

16 Petugas Pemilu di Tulungagung Dibawa ke Rumah Sakit

KPU saat menjenguk petugas KPPS yang dirawat di rumah sakit. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
KPU saat menjenguk petugas KPPS yang dirawat di rumah sakit. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung mencatat 16 petugas Pemilu yang harus dilarikan ke rumah sakit saat bertugas. Hal itu disebabkan akibat kelelahan, karena kerja hampir 24 jam.

Komisioner KPU Tulungagung, Muchamat Amarodin mengatakan, berdasarkan data yang diterima, ada 16 orang penyelenggara tingkat bawah yang harus mendapatkan perawatan medis saat bertugas. Diantaranya, mereka adalah petugas KPPS dan Linmas.

Baca Juga: KPU Tulungagung Kembalikan Rp8,3 M Sisa Anggaran Pilkada 2024

"Mereka ada yang dirawat di rumah sakit dan ada di Puskesmas," ujarnya, Jumat (16/02/2024).

Namun, rata-rata kondisi mereka tidak parah. Adapun pemicunya karena kelelahan saat bertugas. Mengingat mereka hampir bekerja selama 24 jam.

"Memang rata-rata mereka kecapekan, sehingga jatuh sakit seperti tipes. Karena H-1 mereka juga sudah bertugas, dan saat hari pelaksanaan Pemilu 2024, mereka harus bekerja hingga dini hari," terangnya.

Baca Juga: Penetapan Bupati - Wabup Tulungagung Terpilih, Ini Pesan bagi Pemimpin Baru

Amar menjelaskan, 16 orang penyelenggara tingkat TPS itu rata-rata masih berusia produktif. Saat ini delapan orang diantaranya sudah bisa pulang untuk penyembuhan mandiri di rumah.

"Alhamdulillah tidak ada yang parah. Padahal kami juga sudah meminta mereka untuk minum vitamin dan suplemen, supaya kondisi tubuh tetap sehat," jelasnya.

Menurut Amar, KPU Tulungagung masih terus mendata berapa jumlah KPPS atau Linmas yang sakit dan mendapatkan perawatan di rumah sakit atau Puskesmas. Pihaknya berencana untuk mengusulkan mereka mendapatkan santunan.

Baca Juga: KPU Tulungagung Tetapkan Gatut Sunu-Ahmad Baharudin sebagai Pemenang Pilkada

"Kami juga harus memastikan riwayat medis mereka. Nanti kami akan coba usulkan untuk mendapatakan santunan. Sesuai juknis, untuk yang meninggal dunia mendapatkan Rp36 Juta dan yang harus dirawat bisa mendapatkan Rp5 juta hingga Rp10 juta," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.