Sabtu, 20 Jun 2026 15:54 WIB

Warga Kota Malang Waspadai Penyakit Leptospirosis saat Musim Hujan

  • Penulis : Gerhana
  • | Kamis, 15 Feb 2024 17:12 WIB
Ilustrasi wasapada penyakit Leptospirosis. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Ilustrasi wasapada penyakit Leptospirosis. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Kota Malang perlu mewaspadai ancaman penyakit Leptospirosis yang ditularkan melalui air kencing tikus. Penyakit ini bisa ditularkan ke tubuh manusia bersumber dari genangan air, banjir, area persawahan, perkebunan dan sungai.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar mengatakan, sumber penularan bakteri Leptospira SP yang dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang luka atau selaput mukosa. Selain itu, kontak dengan lingkungan terkontaminasi kencing tikus.

Baca Juga: Terinfeksi Leptospira, Warga di Tulungagung Meninggal Dunia

Orang yang terjangkit penyakit ini memiliki gejala-gejala, seperti demam tinggi, yakni di atas 38 derajat celsius, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot, mata atau kulit kuning, serta gangguan pada sistem kemih. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena saat ini sedang musim hujan.

Dia menganjurkan, apabila ada warga yang mengalami gejala Leptospirosis, harus segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) terdekat.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

"Jangan menunda penanganannya demi mencegah terjadinya kasus kematian akibat penyakit ini. Selalu prioritaskan kesehatan dan terapkan langkah-langkah pencegahan yang telah disampaikan dokter," kata perempuan berhijab itu, Kamis (15/2/2024).

Meifta menambahkan, agar warga dapat menghindari kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi dan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Meifta juga menyarankan apabila kondisi lingkungan mengkhawatirkan maka masyarakat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, sepatu bot, dan masker. Hal itu terutama saat beraktivitas di lingkungan yang berpotensi terkontaminasi.

"Selain itu, jagalah higienis sanitasi lingkungan dengan menjaga kebersihan tempat sampah, menutup genangan air, dan hilangkan akses merebaknya tikus," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.