Jumat, 19 Jun 2026 10:53 WIB

Tak Diijinkan Gelar Suran Agung, Puluhan Pesilat dari PSHW Wadul Dewan

  • Penulis :
  • | Jumat, 07 Sep 2018 16:40 WIB
Massa PSHW saat wadul dan ditemui oleh anggota dewan.
Massa PSHW saat wadul dan ditemui oleh anggota dewan.

jatimnow.com – Puluhan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) wadul ke anggota DPRD Madiun Kota, Jumat (7/9/2018).

Aksi ini digelar setelah Polres Madiun Kota tidak menurunkan surat rekomendasi event tahunan Suran Agung yang sedianya digelar pada 23 September 2018. Alasannya, tahun ini berbenturan dengan tahun politik.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Ketua PSHW Madiun, Restu Nugroho, mengatakan akan berjuang semaksimal mungkin agar mendapat rekomendasi dari Polres Madiun Kota. "Kalau yang jadi alasan adalah keamanan tidak masuk akal," katanya kepada wartawan.

Ia mengklaim sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menggelar event tahunan ini. Bahkan, ia menjamin kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Madiun tidak akan terganggu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan perguruan lain. Tentu juga dengan tokoh masyarakat. Gelaran setahun sekali ini," bebernya.

Ia mengatakan, PSHW sendiri sudah solid. Tidak mungkin akan terpecah dengan provokasi yang dibuat-buat.

Oleh karena itu, setelah wadul ke DPRD, langkah selanjutnya akan menunggu hasil keputusan. Ia berencana akan menemui Kapolres Madiun Kota pekan depan.

"Nanti Minggu atau Senin, saya akan koordinasi kembali dengan Kapolres," ujarnya.

Ketua DPRD Madiun Kota Istono mengatakan akan menyampaikan aspirasi warga PSHW kepada pihak terkait.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Ya nanti akan kita sampaikan ke pihak terkait. Saya bukan penentu," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan sebenarnya keputusan dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun sudah sangat jelas. Dimana tidak ada mobilisasi massa ke Madiun.

"Dan ketua IPSI setuju dengan itu. Saya kira PSHW di bawah IPSI, tentu akan setuju," ujarnya.

Ia mengaku, memang tidak mengeluarkan rekomendasi event tahunan ini. Pasalnya, sesuai himbauan Kapolda Jatim, Irjend Pol Machfud Arifin bahwa tahun ini merupakan tahun politik.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Ini tahun politik. Ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.